TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Cegah Konsumen Rugi, Kemenhub Harus Telisik Keuangan Maskapai

Nurdian Akhmad
26 February 2015 | 07:48
rubrik: Business Info
Sudaryatmo (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)
Sudaryatmo (Foto: Achmad Adhito/BusinessNews Indonesia)

Jakarta, businessnews.id — Kementerian Perhubungan RI perlu lebih intensif mencermati kondisi keuangan maskapai penerbangan di Indonesia. Dengan demikian, hal yang merugikan konsumen seperti sulit mendapatkan refund tiket, bisa dideteksi sedari dini.

“Kalau sekarang ini, kan Kementerian Perhubungan atau konsumen kurang tahu persis performa keuangan maskapai. Ngerti-ngerti, maskapainya tutup lantas sulit refund. Atau, tiba-tiba banyak delay seperti yang baru-baru ini terjadi,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, di Jakarta (25/2/2015).

Sudaryatmo, dalam wawancara dengan BusinessNews Indonesia, berkata bahwa kini Kementerian Perhubungan juga menelaah kondisi keuangan maskapai secara berkala. Tetapi, dalam periode setahun sekali. Sehingga, kondisi keuangan tahun 2014 baru akan diketahui di sekitar April tahun berikutnya.

“Akan lebih baik bila periode laporan itu diintensifkan jadi tiga bulan sekali,” kata dia.

Dengan demikian, deteksi dini bisa seperti yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap perbankan. Sedari awal, bank yang keuangannya kurang bagus, sudah diketahui sehingga nasabah pun tahu.

Kini, maskapai ada yang memasukkan pemesanan tiket jauh hari oleh konsumen, sebagai pendapatan. Padahal, sebaiknya digolongkan sebagai piutang. “Sehingga, saat maskapai sulit keuangan, konsumen tidak sukar mendapatkan refund.”

Penulis/Peliput:Dhi

Ed/Up: Dhi

BACA JUGA:   Adaro Targetkan Pembangunan Smelter Aluminium Rp 30 T Rampung 2025
Tags: penerbangansudaryatmoylki
Previous Post

YLKI: Produk Garam Beryodium Memadai Hanya 58,7%

Next Post

Baru Satu, Perusahaan Tambang Belum Produksi Ingin IPO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR