Jakarta, TopBusiness -Tidak sesuatu yang mudah bagi Perusahaan Daerah Air Minum untuk menjadi perusahaan daerah yang mandiri, sehat dengan tata kelola baik dan benar menerapkan Good Corporate Governance (GCG) serta pula terapkan Human Capital (HC) dengan baik agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat akan keserdian air baku bersih dan sehat sesuai dengan standar dunia WHO.
Sudah barang tentu pula PDAM memberikan tingkat layanan kepada seluruh masyarakat sebesar 80 persen dan 20 persennya adalah profit atau oriented bisnis.
Tentunya Dalam meningkatkan kualitas layanan, managerial serta kemandirian akan pengelolaan keuangan, tentunya itu sangat menjadi sebuah prospek serta tujuan bagi Perusahaan Daerah Air Minum Buton Selatan.
Dimana perusahaan daerah yang baru resmi beropresi secara penuh dalam kurun waktu di awal 2017 lalu. Pada kurun waktu satu tahun beroperasi di tahun 2017 masih menjadi perusahaan kurang sehat berdasarkan penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sitem Penyedian Air Minum ( BPPSPAM). Dan berkat kinerja apik raportnya pun pada vtahun 2018 menjadi kinclong menjadi perusahaan sehat.
Kinerja serta capaian apik perusahaan daerah Kabupaten Buton Selatan ini dengan jumlah pelangan pada 2017 2.799 sambungan rumah (SR) dan 2018 meningkat sangat tajam 6.705.
Peningkatakan sambaungan ini disumbangkan berkat program” Hibah Air Bersih Perkotaan” dimana program inoi merupakan program pemerintah pusat dalam memberikan layanan serta keserdian akan air bagi seluruh masyarkat yang diutamakan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan berbagai keterbatasan.
“Kami akan merubah sebuah tantangan berat tersebut akan menjadi sebuah prestasi bagi tata kelola PDAM menuju perusahaan mandiri, sehat, tegas Direktur Utama PDAM Buton Selatan, Tamrin Tamim dalam sebuah presentasi penilaian dan penjuarian bagi seluruh BUMD unggul di negeri ini yang diselengarakan majalah Top Business di Jakarta.
Tamrin menegaskan, kami banyak memiliki kekurangan, dimana dalam wilayah operasinal kami dari 7 kecamatan nya memiliki sumber daya air alami baku. Sementara di 4 kecamatan ini wilayahnya di daearh kepulauaan dengan jarak sangat jauh, dan juga di wilayah ini tidak memiliki sumber daya air baku.
Lantas biaya operasional kami masih lah sangat tinggi, dikarenakan jarak-jarak konsumen sangat berjauhan dan untuk menciptakan tekanan air dan pemipaan harus pula sangat menunjang dan diperlukan biaya untuk cukup besar untuk dukiungan penunjang tersebut, tegas Tamrin.
“Akan akan pacu dan tingkatkan kemampaun managerial dan tata kelaola peruisahaan ini dengan baik dengan menerapkan GCG dan juga terapkan HC dengan baik pula, serta kami juga lakukan peningkatan kompetensi bagi seluruh karyawan mulai dari operasional, lapangan dan management. Dan juga kami juga akan melakukan studi banding dengan beberapa PDAM yang terbaik di Indonesia ini.
Kami akan mengacu keberhasilan PDAM Malang dengan kinerja apik, tentunya sangat baiklah dijadikan bechmark bagi kami , akan tetapi hingga saat ini study banding ini belum dijalankan. Dimana Studi Banding ini juga telah menjadi program khusus dari organisasi Perpamsi dalam meningkatkan kompetensi bagi PDAM yng kecil. Oleh karena kami melihat PDAM Malang dengan tata kelolanya sangat baik maka kami melakukan kerjasama dan studi banding ke PDAM Malang ini, apalagi NRW kami sangatlah tinggi selkali masih diangka 47,49 persen ujar Tamrin.
Lanjut Tamrin, tentunya kami sebagai perusahaan daearah akan memberikan pencerahan bagi pembangunan daearah secara keseluruhannya. Denghan keberdaan PDAM Buton Selatan ini telah dapat menyerap 80 persen kebutuhan tenaga kerja lokal. Serta talah dapat memberikan akses air sehat bagi seluruh masyarakat “seratus kosong seratus” (100 0 100) dimana program tersebut merupakan program pusat yaitu pemerintah daerah harus bisa memberikan layanan seratus persen akan akases air bersih dan sehat sesuai dengan standar badan dunia WHO serta juga harus dapat memberikan akase sanitasi dan lingkungan sehat serta berkelanjutan pula, sudah menjadi pasti pula program tersebut menjadi tanggung jawab besar pula bagi PDAM untuk dapat mensukseskan program tersebut. Saaat ini layanan pdam kami baru bisa memberikan layanan 25 persen. Tentunya dengan layanan 25 persen air bersih dan sehat kami suplay kepada masyarakata ini telah memberikan damapak besar terhadap kesehatan masyarakat dengan mengunakan air bersih dan sehat, tegas Tamrin.
