Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, atau sehari usai libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H diproyeksi bakal naik, setelah pada penutupan jelang lebaran sempat terkoreksi.
Ya, laju IHSG pada perdagangan di Rabu (20/5) lalu ditutup terkoreksi 0,06% di level 4.545,95. Dan untuk perdagangan hari ini diperkirakan akan berbalik arah ke laju penguatan. Hal ini seperti resume proyeksi harian yang disampaikan analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Menurut dia, berdasarkan indikator lainnya, MACD masih dalam status pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.
“Sementara di sisi lain, justru terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG,” kata Nafan.
Dengan kondisi tesebut, dia melanjutkan, berdasarkan indikator bollinger bands, level support maupun resistance ialah di rentang 4.466 hingga 4.667.
Untuk itu beberapa saham yang layak dikoleksi di perdagangan pertama usai lebaran ini adalah:
– AKRA, dengan daily (2210). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2160 – 2220, dengan target harga di level 2320, 2630 dan 2940. Support: 2080 & 2010.
– INDF, dengan daily (6425). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level level 6300 – 6500, dengan target harga secara bertahap di level 6675, 6750 dan 7275. Support: 6250 & 6000.
– PGAS, dengan daily (830). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 820 – 830, dengan target harga secara bertahap di level 845, 880, 920, 1015 dan 1110. Support: 800 & 775.
– PTBA, dengan daily (1920). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1905 – 1925, dengan target harga secara bertahap di level 1945, 2120, 2300 dan 2470. Support: 1905 & 1855.
– TLKM, dengan daily (3180). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 3120 – 3180, dengan target harga secara bertahap di level 3250, 3500, 3750 dan 4000. Support: 3120 & 3000.
– TOWR, dengan daily (920). Terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 920 – 930, dengan target harga di level 880. Resistance: 950.
Foto: Rendy MR
