Jakarta, TopBusiness – Kinerja perusahaan tambang batubara, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih menunjukkan kinerja positif sepanjang kuartal I-2020 itu kendati di tengah pandemic Covid-19 itu.
Tercatat, perseroan berhasil membukukan pendapatan dalam laporan kinerja keuangannya mencapai US$ 991.860 atau setara Rp14,87 miliar (dengan kurs Rp15 ribu/US$). Selain itu untuk laba kotor perseroan juag dicapai US$ 903.049 atau setara Rp13,54 miliar, dengan laba bersih yang ditorehkan BRMS sebanyak US$ 161.265 atau setara Rp2,41 miliar per akhir 31 Maret 2020 itu.
“Dari pendapatan perusahaan tersebut, sekitar US$ 892.000 berasal dari jasa penasehat pertambangan, sedangkan sisanya sebesar US$ 99.860 berasal dari penjualan emas ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM),” terang Herwin W. Hidayat, Director & Investor Relations BRMS, dalam keterangan resminya yang diterima, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Penjualan emas ke Antam itu melalui anak usaha BRMS, yaitu PT Citra Palu Minerals (CPM). CPM ini memproses bijih emasnya menjadi dore bullion, yang kemudian dimurnikan lebih lanjut menjadi emas di fasilitas smelter milik Antam dalam uji coba produksi di kuartal I-2020 itu.
“Selanjutnya untuk fasilitas produksi di Poboya di Palu, Sulawesi Tengah yang dimiliki oleh BRMS telah diproduksikan lebih dari 10 kilogram dore bullion di kuartal I-2020 itu. Jumlah tersebut yang kemudian dikirim ke fasilitas smelter logam mulia milik Antam tersebut,” katanya
Fasilitas produksi di Poboya tersebut memiliki kapasitas pemrosesan sebesar 500 ton bijih per hari. Lokasi tambang emas di Poboya saat ini dioperasikan oleh PT Citra Palu Minerals (CPM) yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan milik Bakrie Group ini.
Foto: Istimewa
