TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bambang Widjojanto: KPK Fokus Sektor Pendidikan & Kesehatan

Nurdian Akhmad
18 March 2015 | 21:53
rubrik: Business Info

photo-2 okeJakarta, businessnews.id – Dalam  upaya mengawal  pemberantasan korupsi, publik harus dilibatkan, karena pemberantasan korupsi tidak akan dapat berhasil apabila tidak melibatkan partisipasi publik. Caranya, dengan memberikan hadiah bagi masyarakat yang melapor dugaan korupsi.

“Hadiah sebesar 20% dari uang yang disita dari koruptor yang dilaporkannya. Jadi melalui sistem ini kita mendorong masyarakat untuk partisipasi dalam pemberantasan korupsi,” ujar Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto dalam diskusi terbatas bertajuk ‘Kisruh antar lembaga negara : Penegakan hukum atau Kriminalisasi’ yang digelar Ikatan Warga Djakarta (Iwarda) di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta , Rabu (18/3). Hadir di acara itu dosen Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar, Abdul Fickar Hadja dan Ketua Iwarda Peduli Indonesia, Abraham Tedja Negara, beserta jajaran, BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial, serta perwakilan OKP2.

Selain itu, Bambang yang juga  mantan aktivis ICW ini, meminta  KPK harus fokus pencegahan dan pemberantasan korupsi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Alasannya, ada potensi terjadinya korupsi. Khusus dari sektor pendidikan ada alokasi dana 20% dari APBN  yang rawan  penyimpangan.

Sementara itu, Ketua Iwarda Peduli Indonesia, Abraham Tedja Negara  menyayangkan energi dan konsentrasi aparat penegak hukum, baik KPK dan Polri disedot oleh masalah internal kedua instansi tersebut.  Penegakkan hukum terhadap pelaku koruptor terancam jalan di tempat, bahkan macet, sehingga ruang gerak koruptor kembali leluasa,” paparnya. Melalui diskusi tersebut, Iwarda ingin berkontribusi lebih nyata  dengan mengungkap konflik KPK-Polri yang semakin kisruh dan berdampak luas dan secara langsung dikhawatirkan dapat mengganggu proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.  (*)

BACA JUGA:   Iwarda Gelar Diskusi Konflik Gubernur DKI Vs DPRD
Tags: Bambang WidjojantoIkatan Warga Djakarta (Iwarda)
Previous Post

Alumnus BRI Disebar untuk Sinergi Bank BUMN?

Next Post

Pangkas Biaya Logistik, RI Harus Bangun Free Trade Zone

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR