
Jakarta, Thebusinesssnews.co — Zaldi Ilham Masita, ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengatakan, jika industri dalam dalam negeri ingin mendapatkan daya saing di pasar global, harus membangun free trade zone. “Dengan dibangunnya free trade zone ini akan mendapatkan penghematan dalam biaya logistik sebesar USD 30 miliar per tahun atau 17%,” kata dia di Jakarta (17/3/2015).
Free trade zone ini penting bagi industri dalam negeri kita, karena biaya logistik sangat memengaruhi komponen harga jual produk yang akan dihasilkan para produsen. Komponen logistik ini merupakan biaya yang tidak kecil dalam komponen produksi, berkisar 20%.
Seperti produk kapas sebagai bahan baku kebutuhan industri garmen, selama ini 100% bahan bakunya diimpor dari Vietnam. “Apabila dibangun free trade zone yang luas di luar Pulau Jawa atau semacam pergudangan, dengan kapasitas stok bisa mencapai untuk kebutuhan produksi satu tahun, maka produsen garmen di Indonesia akan banyak sekali tertolong,” kata dia.
Keuntungan pertama di persoalan harga. Dengan stok cukup, harga kapas lebih terkendali.
“Lantas keuntungan selanjutnya, kita akan bisa menekan biaya logistik yang berkali-kali dari pergerakan bahan baku tersebut. Produsen hanya kena biaya logistik sekali saja,” terang Zaldi.
Penulis/Peliput: Albarsah
Ed/Up: Dhi