Jakarta, TopBusiness—Dalam upaya mengatasi wabah Covid-19 di sebuah negara, ada hal yang penting. Hal tersebut adalah tanggung jawab dan disiplin warga sebuah negara, saat menjalankan penjagaan jarak fisik, lock down, atau pun hal sejenisnya.
Demikianlah pendapat yang muncul dalam teleconference yang digelar oleh The Habibie Center, bertopik Hack The Crisis, hari ini.
Pada kesempatan itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Asean, dan Timor Leste, Peter Schoof, mengatakan bahwa saat ini, masyarakat mendapatkan tantangan besar dalam hal mengatasi Covid-19. Ketika masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan masa penanggulangan Covid-19, hasil yang bagus nantinya akan didapatkan.
“Dan kalau sebaliknya, tentu masyarakat akan mendapatkan suatu konsekuensi. Jadi, dalam hal ini, tanggung jawab dan disiplin masyarakat sangatlah berperan,” papar Schoof.
Lebih lanjut, Schoof menjelaskan bahwa infrastruktur digital di Jakarta sangat baik dalam mendukung berlangsungnya masa WFH (working from home) yang dilakukan pihaknya selama masa Covid-19.
“Saya pribadi, bangun pagi seperti biasa. Dan mengadakan rapat secara online dengan pemerintahan, dan lain-lain.”
Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, sependapat tentang pentingnya tanggung jawab dan disiplin masyarakat di suatu negara dalam penanggulangan Covid-19. “Satu hal penting lainnya, saya pikir, adalah adanya infrastruktur yang menunjang peran penting masyarakat itu,” kata dia.
Duta besar tersebut pun mengatakan bahwa hal penting lainnya adalah kebijakan ketenagakerjaan. “Social distancing penting bagi Indonesia dan negara lain. Dan tidak kalah pentingnya adalah labour policy yang tepat dalam merespons krisis akibat pandemi ini,” dia menegaskan.
Jika ada kombinasi antara regulasi, sistem kesehatan yang tepat, serta ada tanggung jawab dan disiplin yang bagus dari masyarakat, sudah tentu akan sangat baik bagi penanggulangan wabah Covid-19. “Dari Jerman, hal seperti itu bisa kita pelajari,” kata dia.
Keterangan Foto: Pekerja Konstruksi sedang Bekerja pada Masa PSBB di Jakarta
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
