Jakarta, TopBusiness – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meninjau kesiapan ritel modern nonpangan dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menyambut kondisi kenormalan baru (new normal).
Dalam simulasi di salah satu ritel modern nonpangan, yakni Ace Hardware Rawamangun, Mendag mengingatkan bahwa pembukaan kembali aktivitas perdagangan harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Dia menegaskan, pemerintah ingin menggerakkan kembali perekonomian, tetapi kesehatan masyarakat juga tetap menjadi prioritas.
“Pembukaan aktivitas perdagangan ini untuk mendorong sektor ekonomi di bidang perdagangan agar tidak semakin terpuruk pada situasi pandemi ini. Saatnya sendi-sendi perekonomian Indonesia dibangkitkan kembali. Kehidupan masyarakat juga harus berangsur-angsur dipulihkan khususnya untuk sektor perdagangan. Namun demikian, keselamatan masyarakat tetap juga menjadi prioritas pemerintah,” kata Mendag dalam keterangan resminya seperti dikutip Kamis (11/6/2020).
Agus melanjutkan bahwa lokasi perdagangan hanya boleh kembali beroperasi di wilayah yang telah berstatus hijau atau kuning, yakni daerah yang tidak terdampak Covid-19 atau dengan risiko penularan rendah.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, saat ini terdapat 136 kabupaten atau kota berzona kuning dan 102 kabupaten atau kota zona hijau.
Kemendag pun, kata dia, telah menyiapkan langkah untuk normal baru di bidang perdagangan, antara lain dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan Nomor 12 tahun 2020 tentang standar protokol kesehatan di lokasi perdagangan. Kemendag juga akan mengevaluasi persiapan pembukaan kembali ritel modern, pusat-pusat perbelanjaan, restoran, dan pasar rakyat.
Dia menyebut, sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan pelaku usaha bidang perdagangan antara lain mengukur suhu tubuh karyawan dan pengunjung di pintu masuk, menyediakan hand sanitizer, dan memastikan karyawan dan pengunjung menggunakan masker serta menerapkan social distancing.
“Selain itu, pelaku bisnis juga harus meminimalisasi sentuhan dengan menerapkan mekanisme pembayaran digital dan memasang penghalang transparan antara pembeli dan pramuniaga atau kasir serta selalu menyediakan fasilitas alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer, serta pramuniaga menggunakan masker dan face shield. Begitu pula dengan konsumen atau pengunjungnya juga tertib menggunakan masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer, dan rajin mencuci tangan dengan sabun, lakukan juga physical distancing,” terang dia.
Agus memastikan, stok bahan kebutuhan pokok saat ini mencukupi dengan harga yang stabil. Terkait ekspor alat kesehatan dan Alat pelindung Diri (APD), menurut dia, saat ini pemerintah masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Dalam kondisi seperti saat ini, kita juga sangat mengharapkan ekspor meningkat untuk menyeimbangkan neraca perdagangan. Impor juga difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dan ekspor. Jadi, selama masa pandemi ini kegiatan ekspor dan impor tetap berjalan,” kata Mendag.
