TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Pesan 15 Kapal ke Galangan Kapal Nasional

Nurdian Akhmad
14 July 2020 | 15:36
rubrik: Business Info
Pertamina Pesan 15 Kapal ke Galangan Kapal Nasional

Ilustrasi kapal PIS di Timur Tengah. Saat ini PIS terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang berada di kawasan Timur Tengah. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Guna meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), PT Pertamina (persero) akan memesan  15 kapal ke perusahaan galangan kapal nasional. Pertamina saat ini membutuhkan total 48 kapal dengan 15 kapal di antaranya bisa dibangun di dalam negeri.

“Dari 48 kapal ini kita sudah identifikasi 15 yang bisa dibangun di dalam negeri. 15 kapal ini kita harapkan tentu semuanya bisa dibangun di galangan di dalam negeri untuk memperkuat bisnis atau industri dalam negeri kita,” kata Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati dalam sambutan Penandatanganan Perjanjian Potensi Kerjasama Sinergi Pertamina Group dengan BUMN Galangan Kapal Klaster Industri Manufaktur, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Menurut Nicke, rencana Pertamina Group ini bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali galangan kapal dalam negeri. Kementerian BUM juga sudah menyetujui rencana pengadaan kapal yang akan dilakukan oleh PT Pertamina group ini.

Perjanjian Potensi Kerjasama antara Pertamina dan Perusahaan Galangan Kapal Nasional ini merupakan komitmen tinggi PT Pertamina (Persero) untuk sinergi BUMN sekaligus mendukung industri galangan kapal nasional. Tak hanya pembuatan kapal, menurut Nicke, dalam perjanjian itu nantinya  juga mencakup pemeliharaan dan perbaikan kapal.

Sementara itu, Wakil Menteri I BUMN, Budi Gunadi Sadikin meminta Pertamina untuk bisa memperhitungkan spending belanja modal prioritas belanja dalam negeri. Dia menjelaskan Pertamina sebagai motor penggerak ekonomi harus bisa menekan angka impor bahan baku.

Ia mencotohkan dalam kebutuhan baja untuk bahan baku alat pengeboran mestinya Pertamina bisa bekerja sama dengan Krakatau Steel.”Kalau bisa, Bu Nicke dimonitor bener spendingnya. Ini dipake dalam negeri, tapi diimpor semua. Nah, kalau bisa ini belinya pakai KS, kalau harga nggak cocok, panggil Pak Silmy. Jadi perbedaannya jangan banyak. Kalau banyak, ya kita minta regulator untuk atur harga. Kalau bisa ini semua muternya di dalam negeri,” ujar Budi dalam sambutannya acara kerja sama Pertamina dengan industri galangan kapal nasional, Selasa (14/7).

BACA JUGA:   BTN Buktikan GRC Jadi Penggerak Pertumbuhan Kinerja dan Bisnis Berkelanjutan
Tags: galangan kapalpertamina
Previous Post

PSBB Transisi Picu Kinerja IPCC Membaik

Next Post

Semua Proyek dan Usaha PT PII Lalui Tahap Kalkulasi Risiko

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR