TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Tetapkan Peringkat Obligasi BBTN

Agus Haryanto
15 July 2020 | 11:46
rubrik: BUMN
Pefindo: Paruh Pertama, Transaksi Pasar Obligasi Sepi

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idAA+ untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan obligasi perusahaan yang masih beredar. Pada saat yang sama, Pefindo menetapkan peringkat idAA+ untuk Obligasi Berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan nilai sebesar-besarnya Rp 8,0 triliun, termasuk rencana emisi tahap I/2020 senilai Rp 1,5 triliun.

Analis, Hendro Utomo dan Imelda Rusli, di Jakarta, hari ini, dalam laman pefindo.com, menyebutkan bahwa prospek dari peringkat perusahaan adalah stabil.

Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Menurut keduanya, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali, posisi usaha yang sangat kuat di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan profil permodalan yang kuat. Namun peringkat tersebut dibatasi kualitas aset yang di bawah rata-rata, karena segmen konstruksi dan komersial, serta tingkat profitabilitas yang moderat.

“Peringkat bank dapat dinaikkan jika Pefindo menilai ada kenaikan tingkat dukungan dari pemerintah, yang dapat terjadi jika BBTN dapat secara konsisten dan substansial meningkatkan profil profitabilitas dan kualitas asetnya. Hal ini harus diikuti dengan kenaikan profil usaha secara keseluruhan, termasuk kontribusi dana murah. Di sisi lain, peringkat bank dapat diturunkan jika terjadi penurunan tingkat dukungan dari pemerintah kepada BBTN, misalnya, karena peran yang menurun dalam program pemerintah. Peringkat tersebut juga dapat mengalami tekanan, jika profil permodalan dan indikator likuiditas bank memburuk secara signifikan,” ungkap mereka.

BACA JUGA:   Keseriusan Investor Berinvestasi di JTTS Hutama Karya
Previous Post

Survei BI Tunjukkan Kredit Baru Turun

Next Post

Ekspor Kendaraan Juni Naik 23,22 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR