TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perdagangan Asia Dolar Melemah

Nurdian Akhmad
29 April 2015 | 16:58
rubrik: Finance

dollar TOKYO-businessnews.id:  Kurs dolar melemah di perdagangan Asia, Rabu (29/4/2015), karena ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menunda kenaikan suku bunganya menyusul data terbaru yang menunjukkan pelambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia itu, kata para analis.

Greenback jatuh ke 118,83 yen dalam perdagangan sore dari 118,88 yen di New York pada Selasa sore, sementara itu turun tajam dari 119,10 yen pada Selasa pagi di Asia. Sementara itu, euro naik tipis menjadi 1,0964 dolar dan 130,29 yen dari 1,0981 dolar dan 130,55 yen di perdagangan AS, juga naik tajam dari 1,0880 dolar dan 129,54 yen pada Selasa pagi.

Komite pengatur kebijakan The Fed akan mengakhiri pertemuan dua hari mereka pada Rabu dan para pedagang berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga akan dimasukkan kembali, sementara juga mencari beberapa petunjuk tentang keinginan bank pada akhir tahun.

Bank sentral sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni, tetapi para analis sekarang berharap pada September menyusul serentetan data ekonomi yang lemah.

Angka terbaru datang pada Selasa ketika lembaga riset Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen jatuh pada Maret, bukan naik seperti yang diharapkan. Laporan indeks kepercayaan konsumen itu meningkatkan pesimisme tentang kondisi ekonomi AS dalam jangka pendek dan saat ini.

“Harapan untuk malam ini … keputusan sekarang telah berubah secara signifikan, dengan para pedagang sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga akan didorong keluar dari Juni setidaknya menjadi September, mengirimkan dolar AS mundur,” kata Nicholas Teo, analis pasar di CMC Markets di Singapura.

“Kejatuhan minyak, ekonomi-ekonomi luar negeri lebih lambat dan dolar yang lebih tinggi telah membuat semakin sulit bagi AS untuk melawan gravitasi,” tambah dia seperti dikutip laman Antara.

BACA JUGA:   Laba Bersih Bank Mandiri 2016 Turun Menjadi Rp13,8 triliun

Juga dalam fokus adalah estimasi pertama pemerintah AS untuk pertumbuhan ekonomi kuartal pertama, dengan analis memprediksi tingkat pertumbuhan 1,0 persen, turun dari 2,2 persen pada tiga bulan sebelumnya.

Dolar sebagian besar lebih rendah terhadap mata uang Asia-Pasifik. Unit AS melemah menjadi 63,20 rupee India dari 63,38 rupee pada Selasa, menjadi 1.068,54 won Korea Selatan dari 1.070,86 won, menjadi 30,50 dolar Taiwan dari 30,53 dolar Taiwan dan menjadi 1,3216 dolar Singapura dari 1,3281 dolar Singapura.

Greenback juga melemah menjadi 12.966,00 rupiah Indonesia dari 12.991,40 rupiah dan menjadi 44,25 peso Filipina dari 44,26 peso, sementara sedikit menguat menjadi 32,68 baht Thailand dari 32,61 baht. Dolar Australia naik menjadi 79,94 sen AS dari 78,68 sen AS dan yuan Tiongkok berdiri di 19,15 yen Jepang dari 19,19 yen. (endy)

Previous Post

Wapres: Pembenahan Infrastruktur Tarik Banyak Investasi

Next Post

Penjualan Teh Kemasan Botol Tumbuh 20 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR