“Kartu SIM di sana yang aktif apa ya? Telkomsel sudah pasti ya?” Pertanyaan itu nyaris selalu terucap saat merancang perjalanan ke wilayah Indonesia Timur. Jaringan seluler dari Telkomsel selalu menjadi tumpuan harapan.
Saat terbang ke Wamena, kota kecamatan di Kabupaten Jayawijaya, Papua, pernyataan itu tervalidasi. Berkat Telkomsel, ponsel aktif menerima dan mengirim surat elektronik serta mengunduh data. Pun, tak kalah penting, menyemarakkan media sosial dengan foto-foto panorama dataran tinggi nan sejuk yang ditempuh dengan penerbangan pesawat baling-baling dari Jayapura selama satu jam itu.
Terhubung dengan wilayah lainnya di Papua, mayoritas dengan udara, karena jalan darat Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena sepanjang 575 km, baru 345 km yang telah terlapisi aspal, nyaris semua kebutuhan warga, mulai semen, ayam beku hingga terasi didatangkan lewat pesawat. Namun kondisi infrastruktur di dalam kota Wamena sendiri cukup baik. Penandanya, nyaris seluruh jalanan sudah teraspal dan di beberapa ruas, kendaraan berat hilir mudik yang tengah bekerja hingga keberadaan Base Transceiver Station atau BTS yang didominasi Telkomsel. BTS itu bagian dari infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator.
Salah satu BTS itu terletak di jalan menuju Baliem Valley Resort yang menjadi lokasi favorit turis asing. Saat menuju atau meninggalkan penginapan yang terletak di ketinggian 1.900 meter dari permukaan laut itu, BTS itu akan menjadi pemandangan yang kontras di antara jajaran honai, babai-babi yang berjalan santai, bangunan SD-SD dengan halaman yang luas serta panorama lembah nan hijau.

BTS-BTS Telkomsel itu menggunakan transport backbone melalui satelit dan diharapkan segera terhubung dengan infrastruktur Palapa Ring Timur (PRT), berkolaborasi dengan Telkom. General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku dan Papua, Adi Wibowo, dalam rilisnya Juli 2020, ia menjelaskan Telkomsel terus mengembangkan kualitas jaringan di Kabupaten Jayawijaya.
Jaringan PRT diharapkan akan meningkatkan kualitas yang lebih baik dibandingkan satelit, yang juga akan disertai penambahan kapasitas bandwidth. Untuk itu, Telkomsel juga berkolaborasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI yang bertugas mengembangkan jaringan telekomunikasi hingga wilayah tertinggal, terdepan dan terluar. Jaringan seluler yang baik di Wamena menjadi bagian dari pemenuhan tanggung jawab perusahaan terhadap Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) yang ditetapkan pemerintah.
Jaringan seluler yang kian moncer di Wamena akan membuat Wamena kian eksis di antara penyuka pelesiran budaya dipadukan petualangan yang kini didominasi turis Eropa. Kesibukan Hariman Sihotang, pemandu wisata yang selalu menawarkan perjalan jelajah jalan kaki ke lembah Baliem untuk berkenalan langsung dengan warga suku Dani, Yali, dan Lani, melihat pembuatan garam di puncak bukit Kurulu, simulasi perang suku, tradisi bakar batu, hingga bertemu kepala suku Yali Mabel yang sangat dihormati di Desa Anemaugi, menjadi penanda besarnya potensi Wamena. Diungkit dengan akses seluler yang kian moncer, maka Wamena akan kian mendunia, diperbicangkan di media sosial sehingga ekonomi lokal pun akan terungkit, begitu pun interaksi antar kultur. Sehingga Wamena kian damai sehijau lembah-lembahnya.
