Jakarta, TopBusiness—Indonesia adalah negara yang secara historis berkembang dan sejahtera berkat sumber daya alamnya. Namun, Indonesia perlu memberikan perhatian lebih terhadap tantangan saat ini. Itu adalah tentang perubahan iklim.
Hal tersebut dipaparkan dalam riset terbaru DBS Group Research, yang diterima pada kemarin malam oleh wartawan Majalah TopBusiness.
Dalam beberapa waktu belakangan, fokus negara dunia terpaku pada masalah pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi yang negatif, dan masalah geopolitik, seperti, perang dagang AS-Tiongkok. Perubahan iklim bukanlah topik yang utama tetapi juga bukan sepenuhnya baru, terutama di bidang energi, namun semakin hari semakin penting.
Sebab, para pemangku kepentingan, seperti, konsumen, investor, bankir, sangat menekankan upaya untuk mengurangi risiko perubahan iklim. “Dengan semakin banyak perhatian dari pemangku kepentingan maka perhatian investor terhadap perubahan iklim juga pasti akan naik”, demikian menurut riset tersebut.
Climate Action 100+ diluncurkan pada akhir 2017 oleh investor di seluruh dunia untuk memastikan perusahaan penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia mengambil tindakan terkait perubahan iklim. Hingga saat ini, lebih dari 450 investor dengan aset kelolaan senilai lebih dari USD 40 triliun telah bergabung dalam aksi tersebut.
“Hal ini jelas menunjukkan meningkatnya permintaan untuk lebih banyak informasi keuangan terkait perubahan iklim oleh investor. Regulator di Asia juga menanggapi permintaan investor dan meningkatkan persyaratan keterbukaan keuangan”, sebut riset tersebut.
Foto Ilustrasi: Istimewa
