JAKARTA-businessnews.id: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mengatakan sejak orde baru, pembangunan di wilayah timur selalu terlewat dari perhatian. Baru beberapa bulan lalu wilayah timur Indonesia menjadi perhatian banyak pihak sejak dicanangkannya kebijakan maritim oleh Presiden Joko Widodo.
“Pemerintah Presiden Jokowi memberikan arah dan tujuan pembangunan yang jelas, yaitu pembangunan ilakukan dari wilayah pinggir. Pembangunan itu dilaksanakan dengan memprioritaskan sektor yang melibatkan langsung kehidupan rakyat,” papar
Suryo saat membuka Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Timur di Jakarta, Senin 25 Mei 2015.
Sebaiknya, sambung dia, ekonomi dan industri di wilayah timur dikembangkan dengan pola khusus sesuai karakteristik, demografis, dan sosial kultur setempat. “Sebagai contoh kalau industri maritim di Riau lebih banyak dikuasai investasi asing maka industri maritim di wilayah timur harus dikembangkan oleh investasi nasional bersama industri kecil dan menengah setempat,” tambahnya.
Dengan kata lain, pengembangan wilayah timur sebaiknya menggunakan konsep ekonomi inklusif dimana masyarakat beserta lapisan ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonominya. “Di Indonesia ekonomi inklusif akan mudah diwujudkan dengan melalui penguatan UMKM yang telah ada di seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya. (endy)