Jakarta, TopBusiness—Pada pagi ini, analis saham dari Samuel Sekuritas Indonesia, William Mamudi, merekomendasikan satu saham konstruksi untuk dibeli. Yakni saham Surya Semesta Internusa (SSIA). Lalu dimasukkan holding period satu hari sampai dua minggu.
Pada penutupan perdagangan kemarin sore di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SSIA ditutup seharga Rp 545 per lembar.
William menganalisis bahwa saham itu berhasil melampaui level resisten (prediksi titik tertinggi) Rp 480. Itu dengan spiking volume.
“Saham SSIA berlanjut dalam rally. Untuk perkiraan level resisten, perhatikan titik Rp 660,” kata dia.
Saham SSIA ada di luar Indeks LQ45. Untuk saham di Indeks LQ45, William merekomendasikan tiga saham untuk dibeli dan masuk holding period satu hari sampai dua minggu.
Yakni: TOWR (Sarana Menara Nusantara), TBIG (Tower Bersama Infrastructure), dan ANTM (Aneka Tambang).
Untuk IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), William menganalisis bahwa indeks komposit tersebut, yang kemarin ditutup di 5458, berhasil menutup gap di kisaran 5500. Dan kini IHSG mulai berkonsidasi.
“Throw back market berpotensi menyebabkan IHSG kembali ke flip level 5400,” papar dia.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
