Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak di zona hijau.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bursa AS menguat pada akhir perdagangan kemarin. Dow naik 1,13%, diikuti oleh S&P 500 (1,29%) dan Nasdaq (1,25%). Optimisme penyaluran stimulus turut mendorong pasar. Pemerintah AS berencana mengalokasikan stimulus sebesar USD 748 miliar untuk belanja pemerintah, termasuk tunjangan pengangguran sebesar USD 160 per minggu.
Selain itu, hampir USD 300 miliar akan dialokasikan untuk pembiayaan UMKM. Sentimen positif lain yang mendorong pasar adalah pemberian massal vaksin COVID-19 Pfizer, menyusul persetujuan darurat yang diberikan oleh FDA. Terakhir, FDA telah memberikan persetujuan untuk vaksin Moderna.
Kemarin, IHSG ditutup relatif flat (-0,04%) di tengah aksi beli bersih asing sebesar Rp 566 miliar di pasar reguler. Indonesia berhasil mencatat surplus neraca perdagangan selama tujuh bulan berturut-turut. Namun, rencana penerapan PSBB ketat di beberapa wilayah mulai 18 Desember hingga 8 Januari bisa berdampak pada pasar saat ini. Kebijakan PSBB yang ketat akan mewajibkan 75% karyawan untuk bekerja dari rumah, dan pembatasan jam operasional mal, restoran, dan tempat umum lainnya. Kebijakan ketat PSBB direncanakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Pada Selasa, sebanyak 6.120 kasus baru COVID-19 ditemukan, sementara 5.699 pasien sembuh. Angka-angka tersebut membawa kasus aktif menjadi 93.662, dan tingkat kasus tertutup menjadi 85,1%.
“Hari ini, IHSG diproyeksikan akan naik tipis karena optimisme terhadap stimulus AS. Terakhir, EIDO naik 2,08% semalam,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
