Jakarta, TopBusiness – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate memperkirakan, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 bisa mencapai Rp 337 triliun. Angka ini tumbuh 33 persen dari hasil riset Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan nilai ekonomi digital tahun ini sebesar Rp253 triliun.
Hal itu disampaikan Menteri Kominfo dalam sambutan secara virtual acara penganugerahan TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah It Works di Ballroom, Raffles Hotel, Selasa (22/12/2020). Acara puncak kegiatan TOP DIGITAL Awards 2020 ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Beberapa pimpinan Kementerian dan Lembaga, Gubernur, Walikota, Bupati, CEO serta IT Manager dari berbagai perusahaan hadir dalam acara ini untuk menerima penghargaan.
Menurtu Jhonny, kegiatan “Top Digital Awards 2020” juga sejalan dengan komitmen dan upaya pemerintah untuk mengakselerasi transformasi digital di Tanah Air sekaligus sebagai kesiapan dalam memasuki era industri keempat (Industri 4.0).
“Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan akselerasi transformasi digital, di antaranya melalui peningkatan infrastruktur digital, terutama sarana pra sarana telekomunikasi dan internet, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ujar Menteri.
Jhonny juga menilai, penyelenggaraan acara Top Digital Awards 2020 merupakan bentuk dukungan dari ekosistem digital terhadap agenda pemerintah yang berupaya melakukan percepatan sejumlah program digitalisasi di era 4.0. Terlebih lagi, sejauh ini tren digitalisasi dan penggunaan internet meningkat pesat di masyarakat, sebagai solusi untuk menunjang berbagai aktivitas di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Tren Digitalisasi Meningkat
Di tengah pandemi Covid-19, digitalisasi dan penggunaan internet meningkat pesat di kalangan masyarakat sebagai solusi untuk menunjang aktivitas mereka agar bisa tetap produktif di tengah keterbatasan akibat pandemi ini. Mulai aktivitas belanja melalaui e-commerce atau toko online, bekerja – Work From Home (WFH), virtual meeting, dan aktivitas lali melalui perangkat digital. Memasuki era kenormalan baru (the new normal era), Pemerintah juga mendorong akselarasi transformasi digital di berbagai kalangan, organisasi dan institusi sebagai solusi di era adaptasi kehidupan baru ini untuk mendukung berbagai layanan masyarakat.
Tren meningkatnya transformasi digital saat ini, mendorong PT Madani Solusi Internasional (MSI), sebagai penerbit Majalah It Works dan pengelola portal berita itworkd.id untuk menyelenggarakan “TOP DIGITAL Awards 2020” yang merupakan penyempurnaan kegiatan award TOP TI & TELCO sebelumnya yang sudah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014 dan menjadi TOP DIGITAL Awards sejak tahun lalu.
Dalam laporannya, Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, Ketua Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 mengatakan, kegiatan TOP DIGITAL Awards 2020 ini diselenggarakan bekerjasama dengan sejumlah asosiasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan konsultan TI independen. Kegiatan ini merupakan rating atau penilaian tahunan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan, organisaasi atau institusi yang dinilai berhasil dalam hal inovasi, implementasi IT dan Telco atau teknologi digital, baik di sistem menajemen maupun dalam kaitan layanan pelanggan atau masyarakat.
Metode penilaian Top Digital Awards 2020 menggunakan 3 metode, yakni melalui kuesioner & wawancara penjurian, rekomendasi user atau masyarakat, serta melalui market research. Tahun ini mengusung tema “Top Digital Innovation & Implementation in New Normal”. Artinya, dengan terus melakukan inovasi dan transformasi digital, diharapkan bisa menjadi solusi sekaligus peningkatan daya saing (competitiveness) di era adaptasi kenormalan baru ini (the new normal era).

Tak Sekadar Penghargaan
M. Lutfi Handayani, MM., MBA, Ketua Penyelenggara TOP DIGITAL Awards 2020 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah ItWorks dan portal berita itworks.id menjelaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.
“Saat mengikuti tahapan Wawancara Penjurian, dimana peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020, ada sesi Nilai Tambah. Dalam sesi ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta, tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan ke depan,” tambah M. Lutfi Handayani.
“Saran dan masukan yang diberikan meliputi tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, dan implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi atau aplikasi, termasuk di era kenormalan baru in” jelasnya.
Award TI Telco Digital Terbesar
TOP DIGITAL Awards merupakan penghargaan bidang TI Telco/ Teknologi Digital yang terbesar di Indonesia. Kegiatan penilaian melibatkan lebih dari 800 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI Telco ditetapkan 200 Finalis/Kandidat Pemenang.
Kemudian, para finalis diminta untuk mengisi kuesioner tentang keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dan diundang untuk mengikuti Wawancara Penjurian. Dari 200 Finalis, sebanyak 160 Finalis yang mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti Wawancara Penjurian yang dilakukan melalui video converence (vidcon) yang berasal dari berbagai perusahaan, institusi, termasuk Kementerian, Lembaga pemerintah. Jumlah peserta yang menjadi Finalis atas inovasi digital tahun ini terjadi peningkatan sebesar 25% dari tahun lalu yang saat itu sebanyak 128 Finalis.
