
Jakarta-Thebusinessnews. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) telah mencanangkan melakukan perubahan segmen bisnis ke perhotelan dan perumahan. Rencana tersebut justru mengancam penurunan pendapatan hingga 30 persen.Seperti diketahui DART selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan persewaan ruangan perkantoran.
Analis Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo ), Yogie Perdana menyatakan rencana DART memasuki segmen bisnis baru yakni di bidang perumahan yang berlokasi di wilayah Serang, Banten dan perhotelan dikawasan Gajah Mada, Jakarta serta Bali akan berisiko. “ Mereka pemain baru di perumahan dan lokasinya juga belum dikenal baik, “ terang dia, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015.
Ia melanjutkan, bisnis perhotelan juga sedang sepi hal itu terlihat dari tingkat hunian hotel secara industri telah turun, sebagai akibat perlambatan ekonomi internasional dan dalam negeri. Padahal kedua bisnis baru itu direncanakan akan mulai berkontribusi pada awal tahun 2016.
Dan penopang pendapatan DART selama ini yakni persewaan rauangan kantor dengan skema Build Operate Tranfer (BOT ) Plaza Bapindo dikawasan SCBD akan berakhir tahun 2016. Dan persero sudah menghitung pendapatan itu lagi. “ padahal pendapatan dari itu ( persewaan kantor ) menyumbang 50 persen untuk pendapatan berulang dan jika di akumulisakan ke pendapatan total menyumbbang 30 persen, “ terang dia.
Jika hal itu terjadi dan ditambah rencana ekspansi dan leverage keuangan yang lebih agresif sehingga ratio utang terhadap EBITDA melebihi 3.5 kali secara berkelanjutan, maka Pefindo akan menurunkan peringkat efek DART dari ‘idA-‘. Dalam laporan keuangan kuartal 1 2015, DART membukukan pendapatan sebesar Rp 296,4 miliar dann diperkirakan hingga akhir tahun 2015 membukukan pendapatan Rp 1,18 triliun. (AZ)