
Jakarta — Bank Mandiri mengalihkan aset properti senilai Rp 30,77 miliar ke Bank Syariah Mandiri yang merupakan anak perusahaannya. Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang terletak di Bengkulu, Yogyakarta, dan Tasikmalaya.
Pengalihan itu bertujuan memerkuat struktur permodalan Bank Syariah Mandiri. Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin menjelaskan hal tersebut dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan hari ini oleh manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Dengan pengalihan itu, Budi menjelaskan, pemilikan pihaknya di Bank Syariah Mandiri menjadi 297.804.836 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1,48 triliun.
Aset tanah dan bangunan di Bengkulu punya nilai inbreng Rp 7,57 miliar. Kemudian, aset tanah dan bangunan di Yogyakarta punya nilai Rp 18,20 miliar. “Untuk tanah kosong di Tasikmalaya, nilainya di Rp 5,00 miliar,” Budi melanjutkan.
Pengalihan aset properti terbengkalai dengan mekanisme inbreng itu merupakan bagian dari penambahan penyertaan modal yang dilakukan ke Bank Syariah Mandiri. “Penandatanganan tambahan penyertaan modal tambahan itu telah dilakukan 30 Desember 2013 kemarin di Jakarta,” ucap Budi lagi. (DHI/DHI)