TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekspor-Impor Justru Naik Akhir Tahun, Neraca Surplus

Achmad Adhito
15 January 2021 | 09:43
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pandemi Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Biaya Ekspor- Impor Barang

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Pada Desember 2020, nilai ekspor atau pun impor RI, cenderung naik. Hal tersebut berlainan dengan pada tahun sebelumnya.

“Lazimnya, pada Desember, ada penurunan ekspor atau pun impor. Hal tersebut karena banyaknya masa libur di Desember,” kata Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS RI). K. Suhariyanto, dalam paparan data terbaru kepada media massa, secara virtual, pagi ini.

Suhariyanto menjelaskan bahwa nilai ekspor pada Desember 2020: USD 16,54 miliar. Angka tersebut naik sebesar 8,39% kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month/bulanan).

Sementara, nilai impor untuk Desember 2020, pada USD 14,44 miliar. Angka tersebut tercatat tumbuh 14,44% kalau dibandingkan secara bulanan. “Sejak November 2020, angka impor tersebut dalam kecenderungan naik. Hal ini memang berlainan dengan yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun,” kata Suhariyanto.

Kemudian, pejabat BPS tersebut menjelaskan bahwa saat angka ekspor Desember 2020 dibandingkan dengan impor bulan yang sama, neraca perdagangan RI mendapatkan surplus. “Besar surplus tersebut sebesar USD 2,1 miliar,” kata Suhariyanto.

Adapun penyebab utama surplus adalah sejumlah sejumlah komoditas: lemak dan minyak hewan nabati; bahan bakar mineral; besi-baja.

“Sedangkan untuk sepanjang tahun 2020, neraca perdagangan kita juga surplus. Besaran surplus tersebut yakni USD 21,74 miliar.”

Foto: Rendy MR/TopBusiness

BACA JUGA:   Ekspor Non-Migas ke AS-Tiongkok-India Tetap Kuat
Tags: bps rik. suhariyantoneraca perdagangan 2020neraca perdagangan surplus
Previous Post

Indeks Komposit Jakarta Terangkat 19 Poin

Next Post

IPO, Diagnos Laboratorium Kantongi Dana Senilai Rp50 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR