Jakarta, TopBusiness – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) baru saja menyatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual. Emiten kesehatan ini melakukan aksi korporasi ini melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dalam proses IPO tersebut, perseroan telah menawarkan sebanyak-banyaknya 250 Juta lembar saham baru perseroan atau sekitar 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Mengacu pada hasil proses book building, IPO Diagnos Laboratorium ini diharapkan dapat mengumpulkan dana sekitar Rp 50 miliar.
Direktur Utama Diagnos Laboratorium, Mesha Rizal Sini mengatakan, IPO merupakan langkah strategis bagi Diagnos Laboratorium Utama dalam upaya untuk memperluas jejaring dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
“Nantinya, sebagian besar dana IPO ini akan digunakan untuk pengembangan usaha. Rinciannya, sebanayk 42,6% untuk pembangunan laboratorium serta pembangunan cabang di Makassar, Surabaya, dan Medan. Ekspansi di tiga kota itu diharapkan selesai pada 2021 ini,” tutur Mesha di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Selain itu, perusahaan juga akan mengoptimalkan operasional di laboratorium yang sudah ada dan membeli kendaraan. Sedang untuk sisa dana IPO sebanyak 57,4% akan digunakan untuk modal kerja.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT Mirae AssetSekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Dalam masa penawaran awal dimulai pada 4 Januari 2021 hingga 8 Januari 2021 dengan harga saham yang akan ditawarkan sebesar Rp 25 per lembar saham.
Saham Untuk Karyawan
Corporate Secretary Diagnos Laboratorium, Fanfan Riksani menambahkan, bersamaan dengan IPO ini, Diagnos Laboratorium juga mengadakan Program Alokasi Saham untuk karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) dengan mengalokasikan sebanyak-banyak sebesar 1,000,000 lembar saham atau 0,08% dari jumlah yang disetor perusahaan sebesar Rp 25.000.000.
Program ESA ini adalah upaya perusahaan untuk memberikan penghargaan kepada manajemen dan karyawan atas kontribusinya dalam membangun dan membesarkan Diagnos Laboratorium.
“Kami berkeyakinan kebijakan ini akan semakin meningkatkan rasa memiliki manajemen dan karyawan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan value perusahaan. Kami berharap, kinerja positif perseroan ini akan memberikan nilai tambah bagi investor dan stakeholders kami,” tuturnya.
Selanjutnya dia mengatakan, perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan tetap mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
FOTO: Istimewa
