Jakarta, TopBusiness – Pekan terakhir di bulan pertama 2021 ini sepertinya menjadi pekan menakutkan bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya, selama sepekan itu Indeks tak mampu melaju justru malah terjun bebas ke titik yang lebih dalam.
Hal ini tak lepas dari masih banyaknya sentimen negatif yang memengaruhi Indeks, baik di dalam negeri maupun di luar negeri . Salah satunya, lonjakan kasus covid-19 di Indonesia yang berhasil menembus angka 1 juta kasus, padahal sedang diterapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Semula indeks alami periode uptrend, akhirnya harus berbalik memerah.
Ya, apa daya, sempat optimis Indeks bisa menjangkau level 6.500, namun ternyata malah ambruk ke posisi 5.800-an. Ya, selama sepekan itu, selama periode 25-29 Januari 2021 itu, IHSG ambruk sebesar 70,05 persen atau berada pada level 5.862,352 dibandingkan 6.307,127 pada penutupan pekan lalu. Praktis, pasar modal Indonesia pun mencatatkan pergerakan data perdagangan yang berkutat pada zona merah.
Hal tersebut berdasarkan data perdagangan yang direkapitulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima media, di Jakarta, dikutip Minggu (31/1/2021).
Berdasar data Bursa itu, perubahan juga terjadi di semua indikator perdagangan selama sepekan itu. Untuk kapitalisasi pasar ternyata melorot sebesar 7,07 persen atau sebesar Rp6.829,294 triliun dari pekan sebelumnya di posisi Rp7.348,936 triliun.
Kemudian, untuk rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan juga rontok lebih besra lagi yakni mencapai 15,33 persen menjadi Rp17,423 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp20,577 triliun.
Lalu, rata-rata frekuensi harian bursa turut berubah 16,61 persen menjadi 1.348.714 kali transaksi dari 1.617.354 kali transaksi sepekan sebelumnya.
Sedangkan rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan 21,66 persen menjadi 17,732 miliar saham dari 22,634 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu.
Investor asing pada hari Jumat (29/1/2021) lalu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp921,78 miliar, namun untuk sepanjang tahun 2021 mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,942 triliun.
FOTO: TopBusiness
