TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kolaborasi HK Group Kebut Proyek Tol Indralaya-Prabumulih

Albarsyah
17 February 2021 | 14:27
rubrik: BUMN
Kolaborasi HK Group Kebut Proyek Tol Indralaya-Prabumulih

Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka mempercepat pembangunan koridor pendukung (feeder) di sepanjang  Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama dengan anak  perusahaannya yakni PT HK Infrastruktur (HKI) dan PT Hakaaston (HKA) tengah fokus menyelesaikan  konstruksi Tol Indralaya – Prabumulih sepanjang 65 Km. Tol Indralaya – Prabumulih merupakan  bagian dari ruas Sp. Indralaya – Muara Enim sepanjang (119 Km) yang juga termasuk ke dalam koridor  pendukung JTTS yakni ruas Palembang – Bengkulu sepanjang 330 Km. 

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyampaikan bahwa tol yang pembangunan konstruksinya  dimulai sejak pertengahan tahun 2020 lalu, saat ini progresnya cukup signifikan. “Tol Indralaya – Prabumulih sepanjang 65 Km terbagi menjadi 6 (enam) zona dimana saat ini konstruksinya berada di  zona I hingga III dengan total konstruksi yakni 30%. Adapun zona IV hingga zona VI masih dalam  tahap pembebasan lahan dengan progres keseluruhan mencapai 44%. Kami berharap tol yang  merupakan perluasan dari Tol Palembang – Indralaya ini dapat rampung sesuai dengan target yang telah  ditentukan, tentunya dengan dukungan yang baik dari seluruh pihak terkait dalam pembangunan tol  ini,” tutur Suroto dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business. 

Suroto menyampaikan bahwa dalam pembangunan Tol Indralaya – Prabumulih, Hutama  Karya bersinergi dengan anak perusahaannya yakni PT HK Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor dan  PT Hakaaston (HKA) selaku penyuplai kebutuhan aspal dan beton.

Direktur Utama HKA, Dindin Solakhuddin, menyampaikan bahwa tak hanya fokus mencapai target, namun HKA juga memperhatikan  segi kualitas penggunaan aspal yang baik dalam pembangunan tol tersebut. “Kami selaku penyedia  aspal dan beton di sepanjang Tol Indralaya – Prabumulih sangat memperhatikan kualitas aspal yang  digunakan. Aspal yang kami gunakan sesuai dengan spesifikasi yakni penetrasi 60/70 berdasarkan  ketentuan RSNI S-01-2004 yang dinilai memiliki properti serta kinerja sangat baik dengan struktur  reologi handal. Dengan kualitas tersebut, kami harapkan dapat menunjang ketahanan aspal dalam  jangka waktu yang lama setelah tol mulai dioperasikan nanti.”

BACA JUGA:   Rampungkan Proyek DAS Kulon Progo Senilai Rp295 Miliar, PTPP: Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Hingga saat ini, proses pengaspalan Tol Indralaya – Prabumulih berada pada zona I hingga zona III  dengan presentasi 1,5% atau sebanyak 5.866 ton, dari total kebutuhan aspal untuk ketiga zona tersebut  yakni 401.055 ton. “Saat ini, kami memiliki jumlah produksi aspal rata-rata 190 ton perhari untuk  pembangunan Tol Indralaya – Prabumulih. Demi memenuhi kebutuhan produksi aspal yang kian  meningkat, kami akan menyiapkan minimal 4 unit AMP (Asphaltt Mixing Plant) dengan total kapasitas  94.000 ton perbulan. Dari keempat unit tersebut, 2 unit AMP akan berlokasi di Musi 2 Palembang dan  sisanya berlokasi di Sejaro Sakti Indralaya serta Prabumulih. Meski masih situasi pandemi, kami  memastikan keseluruhan pekerjaan di lapangan telah menerapkan prokes Covid-19 yang ketat sehingga kami harapkan proses pengaspalan dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan,” ujar Dindin  Solakhuddin, Direktur Utama HKA.

Sebagai informasi, Tol Indralaya – Prabumulih dirancang akan memiliki 2 Simpang Susun (SS) atau  Interchange, 24 akses pejalan kaki, 19 jembatan dan 3 underpass yang berada di Kecamatan Indralaya.  Selain itu, dalam pelaksanaan konstruksi tol tersebut, Hutama Karya bersama dengan HKI selaku  kontraktor menggunakan tiga jenis teknologi konstruksi dengan menyesuaikan kontur lahan di  lapangan. “Teknologi konstruksi tersebut adalah Tiang Pancang (Pile Slab), Timbunan Biasa dan  Metode Preloading dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain). Tol ini masuk ke dalam salah satu  rangkaian JTTS koridor Palembang – Bengkulu dan kami harapkan pembangunan tol minim kendala  sehingga target penyelesaian konstruksi tercapai di tahun 2022.” tutup Suroto, Direktur Operasi I  Hutama Karya.

Tol Indralaya – Prabumulih yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol  Trans Sumatera diharapkan dapat melengkapi ketersediaan infrastruktur jalan tol khususnya di Provinsi Sumatra Selatan. Jika terhubung secara keseluruhan, nantinya mega proyek JTTS ini dinilai mampu  melancarkan konektivitas, mengefisiensikan waktu tempuh, meningkatkan kelancaran logistik serta  menghubungkan banyak kawasan. “Keinginan kita adalah agar proyek tol ini rampung dan terintegrasi  mulai dari Lampung hingga Aceh. Bapak Presiden menginginkan ruas-ruas pendukung dapat  tersambung seperti Pekanbaru – Padang, Palembang – Bengkulu dan Medan – Sibolga, sehingga akan  muncul simpul-simpul ekonomi baru dan berdampak bagi keseimbangan perekonomian Pulau  Sumatra.” tutur Luhut B. Panjaitan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves)  saat menggelar Rakor Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Provinsi Lampung  (26/01/). 

BACA JUGA:   BULOG Pastikan Stok Pangan Cukup

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.064 Km dengan 551 Km ruas konstruksi dan 513 ruas operasi. Adapun ruas yang telah beroperasi secara  penuh yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang  – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan Binjai seksi 2 & 3 (15 Km),  Tol Pekanbaru – Dumai (132 Km), dan Tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14  Km). 

Previous Post

Pengembang Hunian Tetap Andalkan Dana Internal

Next Post

Rencana Perubahan Badan Hukum Perindo

Comments 1

  1. JULIAN saperi says:
    5 years ago

    Dengan Hormat,
    Perkenalkan kami dari PT. Bakalindo Akses Penjamin (Agen Asuransi) dimana perusahaan kami telah di tunjuk untuk memasarkan Produk Penerbitan Bank Garansi & Surety Bond – Tanpa Agunan ( N on Collateral) bahkan perusahaan kami telah di Back Up oleh Perusahaan Asuransi Kerugian Swasta Nasional Maupun BUMN.
    File Penawaran Terlampir

    JENIS JAMINAN :
    1.Jaminan Penawaran / Bid Bond.
    2.Jaminan Pelaksanaan / Peformance Bond.
    3.Jaminan Uang Muka / Advance Payment Bond.
    4.Jaminan Pemeliharaan / Maintenance Bond.
    5. Jaminan Pembayaran Akhir Tahun / SP2D

    Lines Of Insurance
    1. Custom Bond
    2. Asuransi Cargo
    3. Construction All Risk ( CAR )
    4. Public Liabillity/ Product Liability
    5. Comprensive General Liability (CGL)
    6. Erection All Risk ( EAR )
    7. Workman Compensation Liability ( WCL )
    8. Automobile Liability ( AL )
    9. Marine Hull

    Regards,
    Julian Hamzah
    Call / WA 085217012610
    Website : bapaksespenjamin.com

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR