Jakarta, TopBusiness – Pendidikan merupakan salah satu kunci bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pun amat bergantung pada tingkat pendidikan. Sebab itu, PT Suprabari Mapanindo Mineral (PT SMM) membuat terobosan dan inovasi program Corporate Social Responsibility (CSR) terkait dunia pendidikan dengan mendirikan Kampung Pintar SMM.
“Beberapa program ungulan kita yang terkait dengan CSR yakni pendidikan. Secara program, pendidikan merupakan yang kami fikir strategis untuk lebih meningktkan kualitas SDM yang ada di area ring satu kita. Dari situlah kita mendirikan Kampung Pintar sebagai unggulan program CSR,” ungkap Mahesa Lugiana dari Tim CSR PT Suprabari Mapanindo Mineral saat mengikuti wawancara dan presentasi penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diadakan Majalah TopBusiness, secara virtual melalui aplikasi zoom, Selasa (2/3/2021).
Masih menurut Mahesa, Kampung Pintar SMM ini merupakan program pendidikan yang dilaksanakan secara menyeluruh di sisi hardware, software dan brainware untuk tingkat pendidikan formal maupun non-formal. “Dengan program ini masyarakat mudah mengakses pelayanan pendidikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dengan tujuan spesifik seperti meningkatkan jumlah siswa ke sekolah, menurunnya jumlah siswa putus sekolah dan meningkatkan jumlah angka kelulusan siswa,” kata Mahesa dalam presentasinya yang berjudul ‘Kampung Pintar SMM’.
Ada tiga poin utama dalam pelaksanaan program kampung pintar tersebut. Pertama Program Pelayanan Pendidikan, program ini meliputi program pendidikan karakter, bantuan perlengkapan sekolah dan SMM Mengajar. Kedua Program Peningkatan Kesadaran dan Kompetensi seperti pelatihan bagi para guru, pelatihan life dkill dan sebagainya. Ketiga Program Peningkatan Infrastruktur yakni pembangunan Gedung Sekolah dan madrasah.
Strategi Implementasi CSR
Sebelum menentukan program, lanjut Mahesa, pihaknya melakukan ragam inisiatif untuk mengumpulkan data terkait isu-isu yang mempengaruhi keberlangsungan perusahaan dengan mengacu pada aturan CSR yang terupdate. “Kita mencari akar masalah apa yang nanti kita susun dan kita kembangkan di area PT SMM. Isu-isu standar yang terkait dengan pertambangan pada umumnya seperti, ekonomi, penambngn emas liar, dan sebagainya. Tuntutan infrstruktur, kesehatan, pendidikan yang belum memadai. Inilah dasar tim CSR investigasi, jgn sampai mengganggu program yang brkualitas,” lanjutnya.
Dalam melakukan implementasi tata kelola CSR, PT SMM melakukan sosial mapping guna menggumpulkan data dari badan pusat statistik (BPS) daerah terkait kemudian melakukan diskusi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar untuk validasinya serta melakukan observasisecara menyeluruh di setiap desa. “Kita akomodir setiap kebutuhan warga sehingga tidak ada tuntutan dan gangguan terhadap operasional perusahaan,” tegasnya.
Selain social mapping, seluruh stakeholder di lingkungan PT SMM melakukan inisiatif seperti menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh-tokoh masyarakat, Ikut terlibat dalam Musyawarah Pengembangan Desa dan Kecamatan (MusRemBangDes). “Semua implementasi program CSR kita lakukan evaluasi dan review secara periodik, ada yang harian, mingguan, bulanan dan tahunan,” pungkasnya.
Penulis: Abdullah Suntani
