Jakarta, TopBusiness—PT Telkom Indonesia, Tbk., punya sejumlah program CSR (corporate social responsibility) untuk menanggulangi dampak Covid-19 kepada masyarakat. Dan untuk program tersebut, anggaran CSR yang telah dikucurkan, sekitar Rp 50 miliar.
Hal tersebut dikatakan oleh Manajer Senior Perencanaan Pengendalian CDC Telkom Indonesia, M. Wahyudi, pada hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2021—suatu ajang penilaian-penghargaan CSR korporasi, yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.
Pada kesempatan tersebut, Wahyudi juga menjelaskan bahwa untuk berperan menanggulangi dampak Covid-19 di masyarakat, Telkom mengalokasikan dana dari PBL (program bina lingkungan) sektor bencana. “Sekitar 30% dari situ, kami alokasikan untuk penanggulangan Covid-19,” Wahyudi menjelaskan lagi.
Untuk bencana Covid-19 tersebut, CSR Telkom membentuk Satgas Bencana. Peranannya adalah membantu alih fungsi Wisma Atlet Kemayoran (Jakarta) menjadi rumah sakit, dan lain-lain.
Kemudian, Telkom pun menggelar bantuan infrastruktur internet ke Wisma Atlet yang beralih fungsi menjadi rumah sakit tersebut. “Bantuan yang serupa, juga kami adakan untuk Command Center Rumah Sakit Pertamina,” Wahyudi mengatakan.
CSR dan CSV
Pada kesempatan tersebut, Wahyudi juga menjelaskan sejumlah langkah Telkom mengadopsi aspek CSV (creating shared value) dalam CSR. Ada beberapa contoh nyata program tersebut. “Salah satu contoh program yang seperti itu, adalah Innovillage,” kata dia.
Program tersebut merupakan semacam inkubasi digisociopreneurship. Serta merupakan sinergi antara Telkom dengan Telkom University.
Contoh berikutnya adalah langkah Telkom membantu masyarakat merespons isu sosial, dengan pengembangan solusi digital yang aplikatif. “Dari sini, yang diharapkan adalah adanya peningkatan kemanfaatan sosial, dan peningkatan ekonomi,” papar Wahyudi lebih lanjut.
Aspek CSV pun ada dalam langkah Telkom membantu menaikkan utilisasi sarana online untuk UMKM. “Dalam hal tersebut, ada digitalisasi solusi kegiatan UMKM. Ini melalui utilisasi aplikasi dan platform digital,” Wahyudi memaparkan.
