Jakarta, TopBusiness – Di tengah pandemi Covid-19 yang turut memengaruhi kinerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, ternyata tak menyurutkan perseroan untuk terus menggenjot program Corporate Social Responsibility (CSR) serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)-nya.
Terbukti, perseroan tetap konsisten untuk berbagi sekaligus bertanggung jawab kepada masyarakat di sekitar beroperasinya perseroan. Untuk itu, sederet program CSR perseroan pun diusung. Aspek kesehatan seolah yang paling menonjol, apalagi memang program tersebut diusung dan diselaraskan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 saat ini.
Salah satu program andalan CSR KAI adalah Rail Clinic atau layanan kesehatan yang diselenggarakan dalam satu gerbong kereta. Untuk masa pandemi ini, program unggulan Rail Clinic tersebut lebih berupa program kesehatan seputar Covid-19.
Program tersebut dirasa efektif dan bisa berdampak positif tak hanya buat masyarakat penerima manfaat, namun juga bagi perusahaan sendiri. Konsep CSR ini membuktikan bahwa KAI sudah menjalankan prinsip Creating Shared Value (CSV) sekaligus mengadopsi ISO 26000.
Hal ini seperti disampaikan oleh Agus Setijono selaku Vice President CSR PT KAI (Persero), dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang digelar secara virtual, pada Rabu (3/3/2021).
Dalam proses penjurian kali ini, Agus tak sendiri, dia didampingi oleh tim staf CSR dan PKBL KAI, yakni Sandra Pridaswara, Manager Partnership and Participations KAI; Noxy Citrea Bridara, Manager Community Relations KAI; Opik Nandika, Assistant Manager Environmental Development KAI; Arizal, Assistant Manager Partnership Program KAI; Andri Wijaya, Assistant Manager Eksternal Community Relations KAI; Toni Sugiarto, Assistant Manager Internal Community Relations; dan Pahreza Mandra Nugraha, Staf Eksternal Community Relations KAI.
KAI sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan yang kompeten di bidang CSR.
“Program Rail Clinic ini merupakan bakti sosial pelayanan pengobatan gratis dengan mengadakan sosialisasi tentang pandemi Covid-19 dan upaya-upaya pencegahannya, serta pembagian masker, face shield, dan vitamin kepada penumpang di stasiun dan masyarakat di sekitar proses bisnis kereta api,” tutur Agus.
Disebut Agus, program CSR Rail Clinic ini sejatinya sudah selaras dengan prinsip CSV atau Berbagi Manfaat Bersama, sehingga program ini tak hanya berupa donasi atau charity, melainkan sudah selaras dengan strategi bisnis perseroan.
“Karena dengan program ini, bagi perusahaan bisa meningkatkan simpati masyarakat dan meningkatkan kepedulian untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Adapun bagi masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan tentang covid dan mendapat bantuan masker serta vitamin,” katanya.
“Adapun bagi stakeholder lain, seperti kewilayahan turut serta mensosialisasikan tentang pengamanan di sektar jalur kereta api. Dan juga bagi pemda setempat bisa mendapat bantuan kesehatan untuk masyarakat lingkungannya.”

Inisiatif CSR Lainnya
Selain Rail Clinic, juga ada beberapa program yang sesuai dengan prinsip CSV. Seperti, program bagi masker gratis, program bantuan sarana pendidikan di masa pandemi Covid-19, program bagi sembako senilai Rp1 miliar, dan program peningkatan pariwisata pesona Indonesia.
Untuk program bantuan sarana pendidikan di era new normal ini, diterangkan Agus, program tersebut untuk membantu siswa dalam pembelajaran secara online (daring) pada masa pandemi di sekolah sekitaran proses bisnis KAI, antara lain di wilayah KAI Yogyakarta dan Bandung.
Dan ini tentu saja sangat bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah, dan untuk pihak sekolah sendiri, serta pemerintah setempat. Adapun bagi perseroan dengan adanya kepedulian perusahaan itu akan meningkatkan citra dan rasa cinta masyarakat kepada KAI.
Program lainnya, terkait bagi-bagi sembako senilai Rp1 miliar di wilayah proses bisnis KAI secera serentak di seluruh daerah operasi dan divisi regional untuk membantu meringankan beban mereka.
Adapun untuk program peningkatan pariwisata pesona Indonesia berupa pembangunan toilet wisata di Kawasan Gunung Bromo untuk mendukung dan meningkatkan wisata di Indonesia.
“Program ini jelas merupakan wujud kepedulian sosial dan branding KAI. Adapun untuk konsumen bisa terbantu mendapat fasilitas toilet yangbersih dan layak. Dan tentu juga bagi lingkungan akan semakin asri dan nyaman,” kembali Agus menjelaskan.
Adopsi ISO 26000
Tak hanya adopsi CSV, program CSR KAI juga sudah mengadopsi sesuai standar ISO 26000 SR. Beberapa program tersebut adalah, program UMKM Naik Kelas dan Teras UMKM dan ini sesuai SDG’s No 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi). Program ini membuat UMK Mitra Binaan KAI Naik kelas melalui pelatihan dan pembinaan serta memberikan kesempatan UMKM untuk perluasan pasar dengan memasarkan produknya di stasiun-stasiun KAI.
Juga ada program KAI Sahabat Difabel sesuai SDG’s No 10 (mengurangi ketimpangan). Program ini dalam rangka membantu para sahabat difabel untuk tetap kreatif dan produktif dalam kehidupan. Serta sosialisasi di stasiun-stasiun dan kereta yang ramah difabel.
Lalu KAI Sehat dan Sejahtera ini sesuai SDG’s No 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan). Program ini berupa pelayanan kesehatan dengan menggunakan kereta yang dirancang seperti fasilitas pelayanan kesehatan pada umumnya.
Dan selanjutnya ada program KAI Pling (Peduli Lingkungan) sesuai SDG’s No 13 (penangan perubahan iklim), KAI Dung Mas (Lindungi Masyarakat) sesuai SDG’s No 16 (perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat), program ‘Semua Peduli, Semua Terlindung’ sesuai dengan SDG’s No 5 (kesetaraan gender), dan terakhir program peningkatan pariwisata pesona Indonesai sesuai SDG’s No 13 (penanganan perubahan iklum dan lingkungan).

Kebijakan dan Tata Kelola CSR
Dalam merumuskan kebijakan dan strategi CSR KAI ini, disebutkan Agus, dibuat berdasarkan ISO 26000 SDG’s yang diajukan kepada BOD untuk selanjutnya dibahas dalam Rapat Rencana Kerja dan Anggaran Program CSR tahun 2021 dengan Kementerian BUMN.
Dan penerapan CSR KAI ini terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi yang mencakup pengembangan masyarakat, konsumen, praktek kegiatan institusi yang sehat, lingkungan, ketenagakerjaan, Hak Asasi Manusia, dan organisasi pemerintahan sesuai dengan ISO 26000.
Selain ISO 26000, program CSR KAI juga disusun dengan memperhatikan SDG’s sesuai dengan aktivitas perusahaan dan analisis risiko.
Lebih jauh ditegaskan, adapaun terkait tata kelola CSR itu sendiri ada beberapa hal yang menjadi identifikasi dan pemetaan perseroan antara lain, CSR KAI ini melakukan 70% untuk penyaluran PKBL/TJSL difokusukan kepada masyarakat di sekitar proses bisnis kereta api untuk menumbuhkan rasa cinta dan peduli masyarakat terhadap keselamatan pekerjaan kereta api.
FOTO: Istimewa
