Jakarta, TopBusiness – PT Telen Orbit Prima (TOP) merupakan perusahaan tambang batubara group Astra yang beroperasi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Area tambangnya tersebar di tiga kabupaten yakni Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Barito Selatan.
Sebagai perusahaan Group Astra, PT TOP dalam kegiatan operasionalnya selalu memegang teguh nilai-nilai perusahan induknya tersebut. Astra memiliki cita-cita “Sejahtera Bersama Bangsa” atau prosper with the nation. Ada juga Catur Dharma Astra yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara (to be an asset to the nation).
Dengan dasar itulah, TOP berkomitmen untuk melaksanakan program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sebagai strategi bisnis perusahaan. Terlebih, pemerintah juga sudah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mengatur perusahaan tambang batubara, termasuk terkait pedoman pelaksaanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Dindin Suryadin, CSR Section Head PT Telen Orbit Prima menjelaskan, ada delapan Program Terpadu PPM sebagai pelaksanaan program CSR di perusahaan. Pertama adalah Pendidikan, dengan kegiatan antara lain beasiswa guru, operasional tenaga pendidik, perlengkapan sekolah untuk siswa, apresiasi siswa berprestasi, program peningkatan kualitas guru, peningkatan karakter siswa, operasional tenaga perpustakaan desa, sekolah adiwiyata, rumah pintar dan renovasi sekolah.
Kedua adalah Program Kesehatan. Kegiatan CSR yang dijalankan antara lain pelayanan kesehatan gratis, posyandu balita dan lansia, PMT di sekolah, penyuluhan kesehatan (pemeriksaan dan gosok gigi), bantuan paramedik jaga, pengelolaan air bersih, pelatihan kader posyandu, serta sunatan massal.
Proragm PPM ketiga adalah terkait pendapatan riil masyarakat. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain bantuan bibit di bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, serta rekruitmen tenaga kerja lokal.
Keempat adalah kemandirian ekonomi dengan kegiatan antara lain pembinaan atau Pelatihan wirausaha mandiri, pembinaan vendor lokal.
Program PPM kelima adalah di bidang Sosial dan Budaya. PT TOP memberi bantuan saat hari raya keagamaan, kegiatan karang taruna, olahraga sanggar seni dan budaya, operasional rumah agama, santunan anak yatim, serta bantuan bencana alam.
Keenam pada Program PPM terkait Infrastruktur. Kegiatan yang dilakukan adalah perbaikan gedung sekolah, kantor desa, perbaikan sarana keagamaan, jalan dan air bersih. Ketujuh adalah PPM di bidang Lingkungan Hidup. Kegiatannya antara lain penanaman area reklamasi dengan melibatkan warga, penyedia pupuk kompos untuk area reklamasi.
Program PPM terakhir atau kedelapan adalah terkait Kelembagaan. PT TOP di sini mendorong terbentuknya Lembaga Pengembang Bisnis (LPB), Koperasi Desa atau kelompok tani.
“Penentuan Program CSR di PT TOP dilakukan berdasar hasil social mapping dan Rencanan Induk PPM,” kata Dindin dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual pada 3 Maret 2021 lalu. Dindin dalam kesempatan tersebut didampingi oleh M Rum (External Partnership Division Head), Karsim (CSR Dept Head) dan Haris P (GM Operational/KTT).
Dalam presentasi tersebut, tim dari PT TOP membawakan materi berjudul “Penyetaraan Kualitas Pendidikan di Area Pedalaman Kalteng untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”.
Tahun 2021 ini, PT TOP mengangkat CSR bidang pendidikan sebagai program unggulan. Perusahaan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) untuk pelaksanaan CSR di bidang pendidikan ini. Upaya yang sudah berjalan dan dalam tahap pelaksanaan antara lain merenovasi bangunan sekolah yang tidak layak atau sesuai standar.
Tak hanya itu, PT TOP membangun sekolah untuk masyarakat di area ring 1 atau sekitar lokasi tambang. “Kita membangun SMK, untuk bangunan alhamdulillah sudah selesai tahun ini. Saat ini sedang proses perizinan dan merekrut guru-guru. Target kami tahun ini SMK tersebut mulai terima siswa,” ujar Dindin.
Tak hanya membangun gedung sekolah, PT TOP membantu pendidikan sekolah di pedalaman di masa pandemi covid-19. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan secara nasional di masa pandemi ini menghadapi kendala di pedalaman Kalimantan karena teknologi komunikasi yang belum mendukung.
” Akhirnya kami bikin video pembelajaran untuk siswa. Kami juga membuat Modul Belajar Dari Rumah. Selain itu, ada pendampingan guru yang mendatangi siswa,” kata Dindin.
Agar kualitas pendidikan di daerah pedalaman meningkat, PT TOP memfasilitasi pembukaan Universitas Terbuka (UT) di Buhut. Perusahaan memberikan beasiswa sarjana Strata 1 kepada guru-guru honorer SD dan SMP binaan di area ring 1. Program beasiswa ini diberikan karena saat ini ada 23 guru kontrak dari 82 guru kontrak/honor belum S1. “Goalsnya semua guru honorer lulusan S1,” kata dia.
