Jakarta, TopBusiness—Aktivitas karyawan pada Japfa Comfeed untuk CSR (corporate social responsibility) selalu diukur dengan akurat. Dan saat ini, jumlah waktu yang dialokasikan untuk keseluruhan karyawan Japfa pada CSR, mencapai 12.500 jam per tahun.
“Jumlah jam tersebut merupakan angka rata-rata,” kata Analis Social Investment Japfa Comfeed, Sindi Prabayuni, dalam presentasi secara virtual untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2021, pada hari ini.
Sindi pun menjelaskan bahwa, untuk mengukur dampak positif CSR terhadap perusahaan, Japfa menggunakan indikator SII (social impact index). “Saat ini, pengukuran dari kalangan eksternal menyebutkan bahwa skor SII kami mencapai 9,05 dari maksimal 10,” dia menjelaskan.
Sindi menjelaskan bahwa, saat terjadinya dampaknya Covid-19 ke perekonomian nasional, Japfa tetap menjalankan program CSR. Dalam hal tersebut, beberapa penyesuaian diberlakukan terhadap program tersebut, sehubungan dengan terbatasnya aktivitas sebagai akibat pandemi tersebut.
“Contohnya, durasi ataupun waktu program CSR, waktunya diefisienkan atau dipersingkat. Jadi, saat Covid, tidak banyak pengubahan. Hanya saja, implementasi program CSR, dipercepat,” Sindi memaparkan.
Adapun contoh program CSR yang berjalan saat dampak Covid-19 dan bersifat donasi, ada beberapa. Yakni: pembagian 1.000 APD (alat pelindung diri), pembagian 90.456 nasi kotak untuk tenaga medis di Lampung, pembagian 1.000 karton susu berukuran 20 ml, dan lain-lain.
Sementara, pada kesempatan presentasi yang sama, Manajer Social Investment Japfa Comfeed, Agus Mulyono, juga menjelaskan sejumlah hal. Antara lain, Agus mengatakan bahwa fokus utama CSR oleh Japfa, adalah pada area operasional perusahaan tersebut. “Dan fokusnya adalah yang sifatnya mendukung mitra atau konsumen kami.”
Papar Agus, karena inti bisnis Japfa adalah sebagai perusahaan peternakan terintegrasi, maka CSR-nya pun fokusnya terkaitnya ke bidang-bidangnya yang terkait bisnis tersebut. “Contohnya adalah pengolahan limbah yang muncul dari peternakan. Dalam hal ini, ada mitra binaan yang mengolah limbah tersebut menjadi pupuk tani,” Agus menjelaskan.
Adapun Asisten Manajer Social Investment Japfa Comfeed, Azrie Sofyan, menjelaskan bahwa anggaran program CSR pada Japfa Comfeed, disusun berdasarkan pada rencana tahunan.
“Jadi, untuk nilai anggaran, tidak ditentukan berdasarkan laba perusahaan. Akan tetapi, bisa diperkirakan bahwa anggaran CSR Japfaa, berkisar 2% dari laba perusahaan,” Azrie menjelaskan.
