Jakarta, TopBusiness – Sebagai pelopor bisnis properti di Indonesia, PT Modernland Realty Tbk yang telah berdiri lebih dari 30 tahun, dicatat aktif dalam mengidentifikasi dan memetakan dampak aktivitas perusahaan terhadap ekonomi masyarakat, sosial, dan lingkungan sebagai bagian dari program CSR-nya. Begitu teridentifikasi, perusahaan kemudian membuat upaya penyelesaian atas masalah tersebut.
Menurut CSR Departemen Head PT Modernland Realty Tbk Hendra dalam Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara daring, pekan lalu, Modernland dicatat menghadirkan beberapa inisiatif sebagai upaya penyelesaian atas identifikasi dan pemetaan yang ada. Setidaknya ada 3 inisiatif yang telah dilakukan.
Pertama. Perusahaan membangun lowcost housing. Pembangunan ini sebagai upaya menyediakan tempat tinggal layak huni bagi masyarakat kalangan tidak mampu. Kedua. Menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat khususnya bidang pekerjaan yang menitikberatkan pada skills. Misalnya, memberi kesempatan bekerja sebagai security atau gardener. Ketiga. Menyediakan fasilitas Waste Water Treatment Plan (WWTP) di lingkungan kawasan industi, sehingga air limbah dapat digunakan kembali sebagai bahan baku industri.
Pengelolaan CSR Modernland
Menurut Hendra kembali, Modernland dalam menghadirkan CSR dilakukan secara terukur. Dalam artian, semua program CSR yang dilaksanakan melalui sistem tata kelola yang ada. Adapun sistem tata kelola tersebut adalah sebagai berikut.
1. Tahap Perencanaan
Perencanaan terdiri atas tiga langkah utama yaitu: Awareness Building, CSR Assessement, dan CSR manual building. Awareness Building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting CSR dan komitmen manajemen. Upaya ini dapat dilakukan antara lain melalui Modernland Sustainability Training bagi karyawan baru.
CSR Assessement merupakan upaya untuk memetakan kondisi perusahaan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mendapatkan prioritas perhatian dan langkah-langkah yang tepat untuk membangun struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan CSR secara efektif. Langkah selanjutnya adalah membangun CSR manual. Hasil assessment merupakan dasar untuk penyusunan manual atau pedoman implementasi CSR.
2. Tahap Implementasi
Tahap implementasi terdiri atas tiga langkah yaitu, sosialisasi pelaksanaan, dan internalisasi. Sosialisasi diperlukan untuk memperkeanlkan kepada komponen perusahaan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan implementasi CSR khususnya mengenai pedoman penerapan CSR. Tujuan utama sosialisasi ini adalah agar program CSR yang akan diimplementasikan mendapat dukungan penuh dari seluruh komponen perusahaan.
3. Tahap Evaluasi
Setelah program CSR diimplementasikan langkah berikutnya adalah evaluasi program. Tahap evaluasi ini adalah tahap yang perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan CSR.
4. Pelaporan
Pelaporan diperlukan dalam rangka membangun sistem informasi baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.
Kebijakan CSR Modernland
Dari tata kelola yang terukur tersebut, Modernland pada saat ini dicatat menghadirkan program CSR secara berkelanjutan. Ada 3 program CSR yang dihadirkan. Program CSR jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut.
Tahun 2019, Program Environment Core. Program ini berupa Program Peduli Kelestarian Lingkungan. Tahun 2020, Program Social Welfare Core. Program ini berupa Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Budaya. Dan tahun 2021, Program HealthCore dan Education Core. Program ini adalah Program Peningkatan Taraf Kesehatan Masyarakat dan Program Beasiswa Anak Karyawan.
Menurut Hendra kembali, Modernland sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas usaha Urban Development, Industrial, dan Hospitality ini, terus menyelaraskan kebijakan CSR PT. Modernland Realty Tbk dengan misi perusahaan. Yaitu, memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menciptakan pembangunan perkotaan dan industri yang ideal.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
