Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) sangat aktif dalam mengidentifikasi dan memetakan dampak aktivitas perusahaan terhadap ekonomi masyarakat, sosial, dan lingkungan sebagai bagian dari program CSR-nya. Selain itu ITM juga terus berupaya mengoptimalkan peran CSR sebagai strategi bisnis untuk pembangunan bisnis yang berkelanjutan khususnya di masa kenormalan baru saat ini.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam visi CSR ITM yakni Menjadi perusahaan energi yang bertanggung jawab dengan kinerja prima untuk memenuhi harapan stakeholders serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Demikian seperti disampaikan Direktur Sustainability & Risk Management ITM Ignatius Wurwanto dalam wawancara penjurian Top CSR Award 2021 yang dilaksanakan Majalah Top Business dan berlangsung secara virtual pada Selasa 9 Maret 2021.
“Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan strategis kami dalam menjalankan bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kami percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas hidup kita saat ini tanpa mengesampingkan pelestarian sumber daya dan peluang yang memadai untuk generasi mendatang,” kata Ignatius.
Ignatius mengatakan, di masa pandemi saat ini Program CSR ITM memiliki tiga prioritas. Ketiganya adalah; pertama, keselamatan dan kesehatan kerja warga perusahaan (people), kedua, dukungan terhadap masyarakat sekitar (community).dan ketiga, keamanan usaha (business)
Prioritas program pertama yakni keselamatan dan kesehatan kerja karyawan perusahaan merupakan komitmen ITM untuk melindungi karyawannya baik secara kesehatan fisik maupun mental dari ancaman covid-19.
“ITM telah menerapkan kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 baik di kantor pusat maupun di lokasi tambang anak-anak usahanya. Sejumlah prosedur termasuk physical- distancing, menyediakan alat pelindung diri (APD) dan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah yang telah diterapkan sejak bulan Maret 2020 lalu,” ujarnya.
“Selain itu ITM juga mencanangkan gerakan ‘Kita Teguh Bersama’ atau We Stand Together untuk mengelola seluruh sumberdaya guna mencari solusi-solusi, saling menguatkan dan membantu sesama,” lanjutnya.
Prioritas program kedua yakni dukungan terhadap masyarakat diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 baik secara kesehatan maupun ekonomi khususnya di daerah tempat operasional PT ITM berada.
Bantuan tersebut berupa sembako dan paket makanan yang didistribusikan kepada masyarakat disekitar area tambang yang terdampak COVID-19. Bantuan di salurkan melalui Lembaga pemerintah dan asosiasi pertambangan.
Sebagai upaya pencegahan dari virus covid-19, ITM juga membagikan APD untuk tenaga medis. APD tersebut berupa Masker, pakaian Hazmat, kacamata, dan lain lain yang dibagikan kepada tenaga medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan dimana ITM beroperasi.
“Kami juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tak hanya itu, untuk mendukung PHB kami mendistribusikan berbagai fasilitas kebersihan/sanitasi seperti tempat cuci tangan kepada desa-desa binaan ITM,” ujar Ignatius.
“Untuk membantu mereka secara ekonomi kami juga bekerjasama dengan UMKM binaan dalam produksi masker non-medis,” sambungnya
Selain itu, pada pertengahan September 2020 lalu, ITM melalui anak usahanya PT Indominco Mandiri (IMM) menyerahkan hasil Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS). Rehabilitasi DAS merupakan upaya Perusahaan dalam menjaga ekosistem di wilayah DAS Kalimantan. Upaya ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi ketersediaan air tanah bagi masyarakat yang sekaligus menjaga kondisi hutan tetap lestari.
Pada pelaksanaannya rehabilitasi DAS juga melibatkan masyarkat dalam berbagai kegiatan seperti penyediaan bibit, perawatan, dan pemantauan. Ke depan, diharapkan masyarakat terbiasa dengan teknik pembibitan tanaman yang dapat dikembangkan menjadi model usaha masyarakat.
Selain merupakan pemenuhan kewajiban yang dibebankan oleh Pemerintah kepada IMM sebagai perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Rehabilitasi DAS memiliki berbagi manfaat untuk lingkungan maupun masyarakat.
“Manfaat tersebut yakni menyediakan akses ekonomi dan sosial berupa penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat, mengedukasi masyarakat untuk menjaga hutan serta dari tindakan illegal lain seperti illegal logging maupun illegal mining, penguatan kembali masyarakat sekitar sebagi vendor juga masyarakat peduli api, perbaikan ekosistem dan penyerapan tenaga kerja dimana di tahun 2020 rehabilitasi DAS ini berhasil menyerap tenaga kerja kurang lebih sebanyak 1.000 orang,” kata Ignatius.
Sementara prioritas program keamanan usaha yakni komitmen Perusahaan untuk terus menjaga aktivitas bisnis agar dapat berjalan tanpa gangguan dengan menerapkan kendali biaya dan belanja modal dengan disiplin, serta menjaga posisi kas yang kuat melalui penerapan strategi manajemen kas yang efektif dan efisien guna memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk ekspansi secara inorganik dan pembayaran dividen secara berkala.
Perusahaan akan bergerak maju dengan meningkatkan keahlian di usaha pertambangan sambil menjaga momentum untuk menumbuhkan bisnis yang berkelanjutan. Ke depan, ada empat area yang menjadi fokus Perusahaan.
Pertama, peningkatan aset batubara; Perseroan akan memastikan umur tambang yang panjang seiring dengan peningkatan efisiensi yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi.
Kedua, pemberdayaan kemampuan pertambangan; Perseroan akan menjajaki peluang di luar bisnis pertambangan batu bara sambil meningkatkan kemampuan perdagangan batubara.
Ketiga, evolusi aset midstream untuk meningkatkan sinergi antara bisnis hulu saat ini dan juga untuk menangkap peluang di sepanjang rantai nilai.
Terakhir, pemberdayaan energi baru, guna mengembangkan kemampuan pembangkit energi hijau seiring dengan penerapan teknologi energi.
Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq
