Jakarta, TopBusiness – Keberadaan Badak LNG sebagai operator kilang LNG dan LPG sudah tak diragukan lagi dalam melakukan binisnya pada bidang kilang LNG dan LPG. Keandalan perusahaan processing plant yang masih terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero) itu dinilai sangat kuat. Dan Pertamina sendiri merupakan salah satu pemegang saham di Badak LNG.
Dalam proses bisnisnya, perusahaan kilang ini telah beroperasi di Kalimantan Timur , tentunya perusahaan ini sebagai perusahaan terbesar di negeri ini dalam memproduksi LNG serta LPG untuk kebutuhan export maupun pasokan pasar dalam negeri.
Apiknya tata kelola perusahaan bertaraf global ini, tentunya dengan menerapkan Good Corporate Govarnace (GCG) dengan skor tinggi 94,02 pada tahun 2019 lalu. Selain itu, mereka juga berhasil berturut-turut meraih penghargaan PROPER Hijau selama 10 tahun. Dan juga tak kalah pentingnya, mereka berhasil meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan nilai 84.30 yang berarti nilai kinerja pelayanannya sangat baik.
Tentunya sebagai perusahaan berstandar pelayanan yang sangat ketat dengan standar internasional pada kluster industri minyak dan gas ini dalam melakukan proses bisnisnya telah sejalan dengan konsep-konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dengan penerapan ISO 26001 serta pula sejalan dengan SDG’s (Sustainable Development Goals), ada 9 point yang telah diadopsi perusahaan ini.
Keunggulan perusahaan global ini dalam membangun bisnisnya serta pula membangun masyarakat serta memperkuat nilai itu dengan beradaptasi mempertahankan keberlanjutan.
Demikian ditegaskan Senior Corporate Communication Badak LNG, Yuli Gunawan kepada Dewan Juri saat proses wawancara penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual.
PT Badak LNG sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan di bidang CSR yang kompeten.
“Sebagai perusahaan global ini dengan standar yang sangat ketat dalam melalukan proses bisnisnya, kami telah menjadi perusahaan yang dijadikan tempat belajar, benchmarking bagi berbagai perusahaan di Indonesia ini,” tandas Yuli bangga.
“Ada sebanyak 120 perusahaan besar belajar kepada kami bagaimana kami bisa menjadi perusahaan yang bisa mempertahankan PROPER Hijau selama 10 tahun berturut-turut. Kami memberikan sharing dengan memberikan pula pembekalan bagi perusahaaan lain untuk menularkan budaya serta kami pun menanamkan nilai berbagi pengetahuan terhadap mitra binaan kami,” tegas Yuli lagi.
Tanggung jawab sosial perusahaan pemurnian LPG dan LNG ini tentunya sudah tak terbantahkan lagi, tak sedikit pula mitra binaan yang langsung mendapatkan binaan perusahaan ini baik itu dalam menggerakan perekonomian masyarakat lokal, dan lainnya.
Serta pula tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, seperti programnya: Saung Pandu, dimana program ini mulai dari pengelolaan air limbah menjadi air bersih siap minum serta pula melakukan pembudidayaan ikan air tawar. Selain itu juga mendidik masyarakat membangun pembangkit listrik tenaga surya dan mikro hidro, dan juga perusahaan membantu pemasaran mitra binaan secara online.
Pada program Kampung Masdarling, perusahaan memberikan pembinaan pelatihan pemanfaatan dan pengelolaan limbah non B3 menjadi berbagai bahan bermanfaat bagi masyarakat, seperti pemanfaatan ban bekas, menghasilkan berbagai produk kerajinan, penyaluran bibit tanaman, hingga masyarakat juga dididik untuk bisa menghasilkan batako dari bahan non B3 ini.
Secara ekonomi, peran perusahaan ini sangat lah memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Dalam rangka pengembangan pariwisata berbasiskan kepada masyarakat sangatlah dirasakan dampaknya kepada masyarakat, karena masyarakat langsung terlibat dan memiliki program tersebut.
Lanjut Yuli, pihaknya juga akan menciptakan masyarakat yang bisa membangun wisata berbasiskan masyarakat ini menjadi pendongkrak perekonomian lokal. “Potensi wisata di Kota Bontang dan juga Kalimantan Timur secara umum ini sangat besar, oleh sebab itu kami sedang melakukan kajian sektor pariwisata ini akan menjadikan ikon bagi kota Bontang dan Kalimantan Timur,” tegas Yuli.
FOTO: Istimewa
