Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah telah mengusulkan untuk melakukan penerbitan surat utang ‘ Ijon’ dalam Racangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera 2016. Surat Utang tersebut akan di terbitkan dalam bulan Desember 2015 namum masuk dalam APBN 2016. Hal itu untuk mendongkrak belanja awal tahun pemerintah.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan usul tesebut tertuang dalam pasal 27 RUU APBN 2016. “ Ini dimaksudkan untuk membiayi belanja pemerintah di awal bulan Januari dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Januari 2016. “ Terang dia, di Jakarta, Senin , 24 Agustus 2015.
Ia menambahkan, Surat utang Ijon tersebut merupakan ganti surat utang Private placement yang ruti dilakukan untuk membiayai belenja pemerintah diawal tahun. Dimana saat itu belum ada pemasukan pajak, “ Penerimaan pajak kan baru masuk pert tanggal 10 Januari , nah biasa nya belanja pemerintah di biayai dari surat Utang private placement” terang dia.
Jika mengacu pada tahu tahun sebelumnya,besaran penarikan dana dari Surat Utang private placement sebesar Rp 15 triliun. Namum, jika pasal itu disetujui oleh DPR, ia belum bisa memastikan berapa besaran surat utang ‘Ijon ‘ tersebut. “kami masih menghitung- hitung, “ terang dia.