TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inovasi Bank Mandiri Menuju Bank Digital Modern Terbaik

Editor
7 April 2021 | 13:19
rubrik: Business Info
Obligasi Bank Mandiri Kantongi Peringkat Tertinggi

FOTO: Istimewa

Semua orang yang melek layanan perbankan di Indonesia pasti mengenal bank BUMN (badan usaha milik negara) yang satu ini: Bank Mandiri. Betapa tidak, bank tersebut adalah salah satu bank beraset terbesar di Indonesia; Bank Mandiri merupakan salah satu bank dengan aset melebihi Rp 1.000 triliun.

Layanan yang digelar untuk nasabah korporasi atau pun perorangan pun, sangatlah lengkap. Nah, sebagai salah satu raksasa perbankan di tanah air kita, bank dengan kode emiten BMRI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut, sudah tentu tidak melupakan pentingnya punya sistem TI (teknologi informasi) nan mumpuni.

Direktur TI Bank Mandiri, Rico Frans, menjelaskan panjang-lebar tentang hal tersebut, kepada Dewan Juri Top Digital Awards 2020, belum lama ini, secara virtual. “Dalam digital banking, kami punya tujuan tersendiri. Yakni menjadi the best modern digital bank,” kata Rico.

Mencapai tujuan tersebut, Bank Mandiri berbekal empat kunci. Apa sajakah itu? Yakni sebagai berikut: leverage digital ecosystem; modernize channel; develop digital native product; digitilize internal platform.

Rico menjelaskan bahwa layanan digital Bank Mandiri terus dimodernisasi. “Sebagai contoh, chat banking, sudah ada sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Dan terus kami naikkan tarafnya ke level lanjutan,” jelasnya.

Inovasi Saat New Normal

Saat dampak Covid-19 terjadi di Indonesia pun, kiprah Bank Mandiri dalam mendongkrak sistem TI tetap bergulir. Lihatlah, Bank Mandiri melakukan sejumlah inovasi sistem TI (teknologi-informasi) di masa new normal (kenormalan baru). Satu di antara itu adalah memerbanyak produk digital.

“Kami menyadari bahwa dengan adanya dampak Covid-19, orang semakin jarang untuk datang ke kantor Bank Mandiri. Maka, kami harus melakukan sejumlah inovasi TI,” kata Rico.

BACA JUGA:   Kampus Penerima Manfaat Tambang

Nah, salah satu produk digital yang dikeluarkan Bank Mandiri untuk merespons masa new normal, adalah hasil kerja sama dengan BukaLapak selaku pemain e-market place raksasa di Indonesia. Dengan produk tersebut, seseorang bisa mengajukan kredit dengan proses yang lebih cepat. “Hanya dalam tiga jam, approval aplikasi kredit seseorang sudah selesai. Dan tinggal menunggu persetujuan-pencairan pinjaman,” Rico berkata.

Layanan Mandiri On-Line pun, terus dikembangkan. Tujuannya untuk melayani kebutuhan nasabah. Agen branchless banking Bank Mandiri juga dimungkinkan untuk melayani kebutuhan pembukaan rekening secara online. Dan mereka dilengkapi dengan berbagai solusi digital.

Yang mengesankan adalah bahwa perrmintaan pembukaan rekening secara online pada Bank Mandiri dalam tren menanjak tajam. Hal ini pun merupakan efek dari Covid-19. Setiap hari, ada 3.000-an orang yang membuka rekening online di Bank Mandiri.

Adapun total jumlah nasabah yang sudah membuka rekening secara online sudah mencapai 300.000-an orang. “Itu secara online onboarding,” kata Rico.

Cloud Computing

Selanjutnya, satu inovasi lain untuk sistem TI yang digelar Bank Mandiri, adalah dalam hal pemakaian cloud computing (komputasi awan). Bayangkanlah, Bank Mandiri sudah menggunakan sistem cloud computing; penggunaan tersebut mencakup di private cloud atau pun public cloud.

Sejumlah keuntungan muncul berkat penggunaan cloud computing. Antara lain, dengan private cloud, Bank Mandiri bisa mendapatkan tambahan kapasitas layanan server, dalam waktu hanya 15 menit.

Padahal, sebelum menggunakan layanan cloud private, penambahan server anyar, memerlukan waktu sekitar enam bulan. “Dan memang, yang perlu diperhatikan dalam hal [penggunaan] cloud computing adalah regulasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan],” Rico mengimbuhkan.

Bank Mandiri pun sangat memerhatikan faktor keamanan sistem TI. Serangan cyber diantisipasi dengan sangat ketat. Dalam hal ini, Bank Mandiri mengandalkan empat lapisan pengamanan. “Jadi, kami tidak hanya mengandalkan IT security. Lapisan satu, dua, tiga, dan empat, adalah bagian dari pengamanan kami,” kata dia.

BACA JUGA:   Pemasangan Jembatan Bailey Teodhae 1 Ditargetkan Rampung 4 Oktober 2025

Dengan hadirnya digital banking, maintenance cost pun bisa lebih efisien. Jumlah nasabah yang menggunakan layanan digital mobile banking Bank Mandiri, sudah semakin banyak. “Core banking kami harus kuat. Tidak cukup lagi dengan mengandalkan layanan ATM atau melalui kantor cabang,” kata Rico.

Tags: bank mandiriDigital
Previous Post

Coworking Space Bidik Juga Perusahaan Non-Startup

Next Post

Optimis Pasar Properti Membaik, SMRA Yakin bisa Kantongi Rp1,5 Triliun dari Rights Issue

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR