Jakarta, TopBusiness—Bulan puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri merupakan peluang penjualan utama bagi produsen dan ritel FMCG (fast moving consumer goods) di negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia, Turki, Kerajaan Arab Saudi (KSA) dan Uni Emirat Arab (UEA) .
Dalam keterangan tertulis hari ini, dijelaskan bahwa menurut data NielsenIQ, penjualan FMCG biasanya melonjak hingga 30% di Indonesia, 15% di Malaysia, 20% di Turki, 11% di KSA dan 6% di UEA, selama Ramadan dibandingkan dengan minggu-minggu penjualan normal.
Didem Sekerel Erdogan, Senior Vice President, Intelligent Analytics, Asia Pasifik dan Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika (APAC and EEMEA), NielsenIQ, mengatakan: “Peningkatan FMCG Ramadan dan Idul Fitri didorong oleh peningkatan penjualan kategori makanan dan minuman, seiring dengan kegiatan berbuka puasa bersama keluarga dan teman Ramadan 2021 akan menjadi faktor kedua yang diamati di tengah pandemi Covid-19.”
Dia menambahkan, “Meskipun beberapa pembatasan masih diberlakukan, kami optimis penjualan FMCG tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, yang dipengaruhi oleh gelombang pertama pandemi di bulan Maret, yang mengakibatkan penimbunan dan pembelian yang bersifat darurat sebelum masa hari raya. ”
Tahun ini, pemulihan penjualan FMCG pada hari raya akan didorong oleh adanya pembatasan yang lebih longgar, optimisme seputar ketersediaan vaksin dan berakhirnya perilaku panic buying.
