TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Bangun Peradaban Berkelanjutan menuju Indonesia Maju

Albarsyah
7 April 2021 | 19:09
rubrik: BUMN
Hutama Karya Bangun Peradaban Berkelanjutan menuju Indonesia Maju

Jakarta, TopBusiness –  Genap berusia 60 tahun pada hari Senin (29/3) lalu, PT Hutama Karya (Persero)  (Hutama Karya) berkomitmen untuk terus gencar dalam membangun infrastruktur dengan  kualitas terbaik sehingga dapat menghubungkan titik-titik kebaikan di seluruh Indonesia. 

Meski sedang berada di situasi pandemi Covid-19, perusahaan tetap melanjutkan proses bisnisnya dalam membangun berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, bandara,  gedung, pembangkit listrik, dan infrastruktur lainnya. 

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang tertuang dalam salah satu nawacita Presiden, Joko Widodo, yakni pembangunan infrastruktur. Saat meresmikan salah satu proyek terminal bandara di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (24/3) lalu, Jokowi mengungkapkan alasan mengapa pemerintah gencar dalam membangun infrastruktur. 

Menurutnya pembangunan infrastruktur bukan hanya sekedar membangun fisik, namun  banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur. Diantaranya adalah pembangunan infrastruktur sama dengan membangun peradaban, kemudian membangun daya saing sehingga dapat berkompetisi dengan negara-negara lain, dan terakhir  menyatukan antar daerah, antar provinsi, antar pulau, serta antar wilayah.

Mengangkat tema 60th Goes Forward, Hutama Karya berharap di usia yang ke 60 ini  perusahaan dapat terus melaju dan beradaptasi meski dalam situasi apapun. Goes Forward merepresentasikan semangat perusahaan agar terus melaju dan berinovasi mengembangkan  karyanya terlepas dari perubahan zaman. Selain itu, tema ini juga dipilih sejalan dengan visi  Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thorir, secara khusus menyampaikan  bahwa peran perusahaan BUMN di bidang konstruksi khususnya jalan raya seperti Hutama  Karya sangat krusial dan sangat penting. “Dengan mengambil peran strategis dalam memberi  manfaat nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat indonesia, HK harus terus maju dan  beradaptasi dalam situasi apapun. Oleh karenanya di usia 60 tahun ini, saya ingin memotivasi  HK untuk terus berinovasi demi mengikuti perubahan zaman sehingga Hutama Karya tetap  memberikan kontribusi nyata bagi indonesia maju,” ujarnya secara resmi melalui video singkat  kepada Hutama Karya.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, mengatakan bahwa selama 6 dekade,  Hutama Karya telah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Termasuk amanah besar  yang diberikan oleh Pemerintah untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang  2.789km, tidak hanya infrastruktur yang dibangun, namun sekaligus mengukir sejarah baru.

“Kita syukuri bahwa diperjalanan 60 tahun ini HK telah berkontribusi dalam pembangunan  Indonesia, banyak bangunan infrastrktur yang dibangun HK dan bermanfaat untuk kehidupan  orang banyak. Kita saat ini mendapat amanah yang besar dari Pemerintah yaitu membangun  Jalan Tol Trans Sumatera, tidak hanya sekedar membangun jalan tol, tapi sebenarnya kita  sedang menulis sejarah, tentu dengan tinta emas, jika kita bisa menghasilkan jalan tol yang  berkualitas, nyaman, aman dan berumur. Panjang,” kata Budi Harto.

BACA JUGA:   Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung

Di tahun 2020, Hutama Karya juga mencatatkan kinerja keuangan yang stabil dimana  perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 21.643 Miliar. Pendapatan masih didominasi  oleh lini bisnis Jasa Konstruksi Jalan Tol sebesar 71,24% dan Jasa Konstruksi sebesar 14,38%.  Hingga akhir tahun 2020, Hutama Karya mencatatkan kenaikan ekuitas sebesar 38,51%  dibandingkan periode yang sama ditahun 2019 yang didorong oleh kenaikan Penyertaan Modal  Negara (PMN) sebesar Rp 11 Triliun. Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ini akan  digunakan untuk membiayai penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera antara lain  ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, ruas  Simpang Indralaya – Muara Enim dan ruas Pekanbaru – Padang seksi Pekanbaru – Pangkalan.

Optimis

Di tahun 2021 ini, Hutama Karya memproyeksikan perusahaan akan memperoleh kontrak baru  hingga IDR 20.59 Tn dengan membidik proyek – proyek strategis nasional pemerintah,  khususnya pada proyek bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC yang menjadi andalan Hutama  Karya. Di tahun ini pula, perusahaan juga akan fokus pada optimalisasi anak perusahaan mulai  dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), dan PT HK Realtindo  (HKR). Tak hanya itu, penerapan teknologi konstruksi terkini dan digitalisasi pada proses  bisnisnya, juga perlahan-lahan telah diterapkan perusahaan pada seluruh unit bisnisnya. Dari  sisi engineering, Hutama Karya telah menggunakan Autodesk BIM 360 yang mampu  mengendalikan proyek bangunan sejak fase awal dan mengomunikasikan desain yang  dimaksud secara efektif. Sedangkan dari sisi supply chain management, menggunakan aplikasi  berbasis SAP untuk memantau hingga memproses tagihan yang masuk dari berbagai rekanan  perusahaan, hingga menjalankan proses bisnis berbasi Enterprise Resource Plannig (ERP). 

Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19, perusahaan tetap mampu menggarap  beberapa proyek strategis penting di Indonesia. Sepanjang tahun 2020 hingga saat ini,  perusahaan masih terus menggarap puluhan proyek di seluruh Indonesia, tentu dengan  penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang ketat hingga supply vitamin kepada para  pekerja, semua hal tersebut dimonitor secara harian oleh tim QHSSE pada masing-masing  proyek dan dimonitor oleh Manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat. Adapun proyek-proyek  yang berhasil didapatkan di tengah pandemi diantaranya Proyek Irigasi Rentang, Chevron

TTM (Tahap I), Dermaga Semarang Peldam, Interchange Margabumi, Bandara Internasional  Lombok Lanjutan, Tanggap Darurat Sungai Radda dan Sungai Rongkong, Tanggap Darurat  Jalan dan Jembatan Bailey, Bendungan Bintang Bano Lanjutan, RS Pendidikan Hasanudin,  Politeknik STAN, Rumah Sakit Kupang, Jargas Musirawas, dan Dermaga TBBM Tanjung  Batu, hingga Pengembangan Kawasan Lumbung Pangan Baru atau Food Estate yang berlokasi  di Kalimantan Tengah.

Kemudian pada awal Maret 2021, Hutama Karya juga baru saja mendapatkan kontrak  pembangunan sisi timur kawasan sirkuit MotoGP Mandalika di Nusa Tenggara Barat, yang  mana kehadiran proyek ini dapat membawa dampak pada meningkatnya perekonomian  masyarakat sekitar serta mempersiapkan normalisasi pariwisata setelah penuntasan proses  vaksinasi Indonesia dan menjadi langkah yang baik untuk mangawali usianya yang menginjak  60 tahun.

BACA JUGA:   Cegah Bocornya Uang Negara, Perlu Sinergi E-Procurement dan E-Audit

Bangun dan Kelola JTTS

Sejak mengemban amanah untuk membangun dan mengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  pada tahun 2014, kini Hutama Karya telah menyelesaikan dan mengoperasikan enam ruas tol  di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 531 km, dengan ruas yang dalam  proses konstruksi sepanjang 534 km. Keenam ruas tol yang telah beroperasi tersebut adalah  Medan – Binjai (17 km), Palembang – Sp. Indralaya (22 km), Bakauheni – Terbanggi Besar  (141 km), Pekanbaru – Dumai (132 km), Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu  Agung (189km), Sigli – Banda Aceh seksi 3 & 4 (30 km).

Pembangunan JTTS tentu tidak terlepas dari tantangan, mulai dari proses pengadaan  tanah/pembebasan lahan, serta kondisi geoteknik yang bervariasi, mulai dari tanah lunak,  berpasir, gambut, sampai banyaknya bebatuan yang membutuhkan penanganan khusus untuk  dapat melakukan konstruksi. Walaupun demikian, Hutama Karya telah menjalankan beberapa  solusi untuk menanggulangi permasalahan penyelesaian JTTS, antara lain penggunaan metode  Vacuum Consolidation Methode (VCM) pada ruas Palembang – Indralaya, penggunaan pile  slab dan integrated slab pada ruas Pekanbaru – Dumai, penggunaan metode blasting di lokasi  ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, dan lain sebagainya.

CSR dan PKBL

Tak hanya membangun infrastruktur, namun Hutama Karya juga memastikan perusahaan  optimal dalam menyalurkan berbagai bantuan melalui program Corporate Social  Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikelolanya. Dalam pelaksanaan program CSR, perusahaan berpatokan pada triple bottom line  pilar yakni people, profit, dan planet. Program-program CSR yang dijalankan oleh Hutama  Karya sebagian besar bersentuhan dengan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat  sekitar, dan tentu saja ikut berkontribusi terhadap kemajuan bisnis perseroan.

Dalam rangkaian perayaan hari ulang tahunnya, Hutama Karya mengadakan HK Peduli di  lingkungan unit bisnis dan proyek Hutama Karya hingga anak perusahaannya. Melalui HK  Peduli Bencana Alam, perusahaan memberikan sejumlah bantuan sembako atau pun membantu  proses evakuasi terhadap korban bencana alam yang sempat terjadi di awal 2021 lalu.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya bekerja sama dengan tim Satgas Bencana Alam serta Anak  Perusahaan dengan membantu proses evakuasi korban dan bangunan menggunakan alat berat  seperti excavator atau pun menyalurkan berbagai bantuan berupa keperluan kebutuhan pokok  / sembako berupa beras, selimut, mie instan, kue, roti dan obat-obatan kepada para korban atau  tenaga kerja proyek Hutama Karya yang terdampak bencana alam. Hingga saat ini, kegiatan  HK Peduli Bencana Alam telah dilakukan di beberapa kota yang terdampak bencana alam di antaranya yaitu gempa bumi di Majene, Mamuju – Sulawesi Barat serta banjir yang terjadi di  beberapa daerah seperti Kalimantan Selatan, Manado, Kabupaten Pidie – Aceh, Kabupaten Nganjuk – Jawa Timur dan Kelurahan Cipinang Melayu – DKI Jakarta. 

BACA JUGA:   Kinerja Dekarbonisasi Pertamina Tercapai 124%

Selain HK Peduli Bencana Alam, perusahaan juga melaksanakan kegiatan HK Peduli  Pendidikan. Pada hari Sabtu (27/03) dan Minggu (28/03), Hutama Karya secara serentak  membagikan bantuan berupa laptop kepada masyarakat sekitar JTTS yang mengalami dampak  pembelajaran online akibat pandemi Covid-19. Tak kurang 100 laptop dibagikan perusahaan  ke 10 ruas JTTS yang dianggap krusial untuk menerima bantuan, diantara yaitu Ruas  Bakauheni – Terbanggi Besar, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung,  Ruas Palembang – Indralaya, Ruas Indralaya – Prabumulih, Ruas Medan – Binjai, Ruas  Pekanbaru – Dumai, Ruas Pekanbaru – Bangkinang, Ruas Padang – Sicincin, Ruas Bengkulu  – Taba Penanjung, dan Ruas Sigli – Banda Aceh.

Terakhir, Hutama Karya juga turut andil dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui  berbagai kegiatan lainnya seperti Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kampung  Milenial BUMN dan pemberian beasiswa. Hutama juga memiliki program Giat Lestari  Populasi Gajah Balareja di sekitar Underpass Perlintasan Gajah (UPG) pada Jalan Tol  Pekanbaru – Dumai. Dalam 1 tahun terakhir, Hutama Karya mencatat telah menyalurkan  anggaran sebesar 38 Miliar Rupiah untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya. 

KILAS BALIK 60 TAHUN BERKARYA MELALUI PEMBANGUNAN  INFRASTRUKTUR

Sebelum dikenal seperti saat ini, Hutama Karya dulunya merupakan perusahaan yang berpusat  di Belanda bernama Hollandsche Beton Matschappij yang kemudian dinasionalisasi oleh  pemerintah sehingga menjadi PN (Perusahaan Negara) pada tahun 1961. Pada masa ini, PN  Hutama Karya menyukseskan pembangunan infrastruktur yang menjadi ikon terkenal di  Indonesia seperti Gedung DPR/MPR RI, bersama dengan pembangunan Jembatan Ampera dan  Monumen Patung Pancoran. Tahun 1973, status PN mulai ditinggalkan Hutama Karya, dan  status Perusahaan Terbatas mulai disandang perusahaan menjadi PT Hutama Karya (Persero).

Kualitas dan mutu produk Hutama Karya mulai dikenal secara internasional setelah mendapat  sertifikasi ISO 9002:1994, OHSAS 18001:1999. Semenjak itu, Hutama Karya mulai  menggarap proyek-proyek sektor swasta, seperti Bakrie Tower dan Apartemen, serta

mendirikan tiga anak usaha yakni HK Realtindo, Hakaaston, dan Hakapole sebagai expansi  bisnis perusahaan. Pada tahun 2014, Hutama Karya menerima amanah dari Pemerintah untuk  membangun dan mengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi stepping point  transformasi perusahaan, dari pemasok kebutuhan konstruksi menjadi perusahaan pengembang  infrastruktur. Hingga saat ini, Hutama Karya masih memegang visi #IMVID dengan berbagai  lini usaha, seperti pengembangan jalan tol, operasi dan pemeliharaan jalan tol, jasa konstruksi  dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction), pengembangan properti, serta  manufaktur.

Previous Post

IHSG Alami Aksi Beli

Next Post

CSV Kini Jadi Paradigma Baru Penerapan CSR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR