Padang -Thebusinessnews, Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) mengklaim telah melakukan semua hal untuk meningkatkan daya tarik pasar modal dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor dan jumlah dana investor asing yang masuk ke pasar modal dalam negeri. Sayangnya, tidak mampu menahan Rp 13 triliun dana investor asing yang kabur negera asalnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK , Nurhaida menyatakan bahwa yang dilakukan oleh OJK dan PT Bursa Efek Indonesia dalam rangka mencegah capital outflow dari dana investor asing di pasar modal, “ Misalnya kebijakan kebijakan yang membuat potensi berinvestasi di Indonesia masih menjanjikan dan kita kembangkan produk produknya ,” ujar dia di Padang, Senin, 5 Oktober 2015.
Ia menambahkan hal yang dilakukan selama ini terangkum dalam program pendalaman pasar, yang ditandai dengan banyak pilihan produk , investor berlimpah, aman dan fair dan di tunjang oleh infrastruktur pasar modal yang kuat. “ dengan kondisi itu maka investor asing akan menahan dananya di sini.” Ujar dia.
Namum demikian, Nurhaida mengakui bahwa melihat posisi per September 2015 terdapat Rp 13 triliun dana investor pasar modal yang kembali negera asalnya. Sementara jika dibandingkan dengan tahun lalu dimana tercatat dana masuk senilau Rp 43 triliun.
Seperti diketahui kapaitalisasi pasar modal dalam negeri Rp 4360 triliun , investor asing menguasi 63 persen kepemilikan saham dan 37 investor lokal. Namum dalam kondisi saat ini transaks harian di kuasai oleh investor lokal dimana dari rerata Rp 5,8 triliun 57 persennya dilakukan oleh investor lokal. Nurhaida melihat dalam kondisi saat ini menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan transaksi.. “ Nampaknya investor lokal melihat ini menjadi moment yang tepat untuk melakuka transaksi, “ ujar dia. (az)