Jakarta, TopBusiness – PDAM Tirta Sago Payakumbuh mulai optimalkan penggunaan teknologi Geographic Information System (GIS), baik data spasial maupun atribut untuk dikembangkan secara terintegrasi guna mendukung penataan sistem manajemen, jaringan perpipaan, operasional dan aspek lain.
Implementasi sistem informasi geografis (SIG) ini, diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan layanan masyarakat pelanggan.
Penataan sistem manjemen berbasis dengan aplikasi sistem informasi geografis, di antaranya dilakukan untuk data pelanggan, data jaringan perpipaan aksesoris berbasis GIS, dan lainnya. Untuk jaringan dilakukan dengan memudahkan perusaahaan melakukan perbaikan dan percepatan penanganan ketika ada kerusakan jaringan perpipaan di lapangan.
Selain itu juga, untuk mendukung proses evaluasi jaringan terkait upaya pembagian zonasi berdasarkan sistem SPAM eksisting yang ada dengan pemodelan hidrolika pada daerah pelayanan.
GIS digunakan membantu proses zonasi dan evaluasi jaringan air yang tersambung berbasis zonasi sistem penyediaan air minum (SPAM) yang ada di Kota Payakumbuh. Hal ini karena saat ini, jaringan dan aksesoris perpipaan belum semuanya terdokumentasi dengan koordinat, sehingga sulit menemukan bila terjadi gangguan pada pipa cabang distribusi. Ditambah kondisi jaringannya yang interkoneksi, sehingga tidak bisa mengukur sumber air dari satu lokasi yang ada.
Demikian diungkapkan Dirut PDAM Tirta Sago Payakumbuh, Sumatera Barat, Dr. Khairul Ikhwan, didampingi Direktur Umum, Asrar Dt. Lelo Anso, dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan, Rabu (9/6/2021) secara online melalui aplikasi video confrence (video conference).
Ditambahkan, integrasi data secara digital ini sangat penting yang akan membantu dan menunjang operasional perusahaan ke depan. Mulai dari perencanaan, proses produksi, distribusi, sistem monitoring, hingga layanan pelanggan. Jika seluruh data-data jaringan, pelanggan dan lainya sudah terintegrasi secara digital dalam satu database, hal ini akan memudahkan proses analisis untuk didayagunakan kembali secara cepat dan akurat untuk mendukung kegiatan usaha.
“Dengan diterapkannya GIS dalam management PDAM, diharapkan dapat mempermudah, dan mempercepat segala pekerjaan kita. Bagaimana bisnis PDAM ke depannya, penjualan air, termasuk pengelolaan piutang. Salah satu pekerjaan besar sejak saya menjabat hingga saat ini adalah mengejar piutang dari pelanggan yang jumlahnya cukup besar,” ujarnya.
Ditambahkan, besarnya tunggakan dari pelanggan terhadap layanan air dari Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Sago Payakumbuh mencapai sekitar 17 persen dari 31.883 pelanggan. “Tunggakan yang terjadi memang cukup signifikan, besaran nilainya mencapai sekitar Rp7 miliar. Akibatnya, uang yang seharusnya masuk ke rekening perusahaan yang dimiliki pemerintah daerah itu, saat ini masih mengambang. Inilah salah satu PR besar kita yang juga terus kami siasati dengan menggunakan teknologi informasi dan pengembangan GIS ini,” ujar Khairul.
“Dengan GIS, nantinya profil pelanggan akan cepat diketahui perusahaan secara online, sehingga juga bisa lebih cepat disikapi oleh perusahaan. Supaya tunggakan ini tidak makin besar, saat ini kami juga memberikan program reward bagi pelanggan yang tidak pernah menunggak dan membayar di awal bulan, berupa hadiah. Dengan adanya reward ini, diharapkan bisa merangsang kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan airnya,” sambung Khairul.
Untuk mendukung program ini, pihaknya juga banyak menggandeng perbankan yang ada di Kota Payakumbuh untuk memberikan layanan pembayaran secara online atau Payment Point Online Bank (PPOB). Sehingga pelanggan bisa membayarnya melalui ATM, atau Mobile Banking.
“Pengembangan sistem pembayaran online ini juga untuk memudahkan pelanggan membayar rekening air di saat pandemi ini, di mana mereka bisa lakukan tanpa harus datang ke loket, namun bisa melalui aplikasi secara online. Penerapan GIS ini ke depan juga akan diperkuat dengan inovasi sistem IT lainnya di bidang menuju ke Sistem SCADA untuk memudahkan keseluruhan proses dalam kegiatan perusahaan, dari produksi, distribusi, monitoring dan lainnya.”
“Teknologi GIS ini sekaligus juga untuk menangani tingkat kebocoran, termasuk jaringan fisik pipa yag saat ini tingkat NRW-nya masih sekitar 31% yang ditargetkan hingga 2025 bisa ditekan hingga 20%” ujarnya.
Terkait kinerja di tengah pandemi ini, secara umum Tingkat Kinerja PDAM Tirta Sago Kota Payakumbuh berdasarkan kriteria Direktorat Air Minum Tergolong SEHAT dengan total nilai 3,56. Cakupan layanan saat ini (teknis) 80,84 %. Kualitas Air Minum telah memenuhi Standar Air Minum (MSAM). Sedangkan rata-rata jam layanan/hari, sebagian telah 24 jam dengan nilai kinerja- Baik.
Berbagai inovasi ini, PDAM Tirta Sago tahun ini menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang “TOP BUMD Awards 2021”. Kegiatan corporate rating ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
