Jakarta, TopBusiness – Sederet capaian positif Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur membuatnya kembali terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business.
Secara umum, aktivitas usaha Perumdam Tirta Kencana yaitu penyediaan air bersih untuk masyarakat. PDAM ini menjalankan Strategi Bisnis: Memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya; Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik, dan; dan Memperoleh laba dan/atau keuntungan.
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, Perumdam Tirta Kencana telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 9 Juni 2021. Mewakili perusahaan dalam kesempatan ini Noor Wahid Hasyim selaku Direktur Utama.
Dalam presentasinya kepada dewan juri, ia memaparkan ringkasan tingkat kinerja perusahaan yang dipimpinnya “Kinerja berdasarkan indikator Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR tahun 2020, Nilai Kinerja: 3,35 (SEHAT) dengan Aspek Keuangan: 0,93; Aspek Pelayanan: 0,60; Aspek Operasional: 1,35; Aspek SDM: 0,47.”
“Saat ini, Jumlah Langganan (SL): 159.721; Cakupan Layanan: Teknis : 76,52 persen; Tingkat NRW: 38,07 persen; Kualitas Air Minum: Masuk Standar Air Bersih; dan Rata-rata Jam Layanan/hari: 23,27 jam/hari.”
“Berikutnya, Kinerja Berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 , sebesar 60,63 dengan klasifikasi “Baik” dengan Aspek Keuangan: 28,50; Aspek Operasional: 22,13; Aspek Administrasi: 10,00.”
Ia mengungkapkan di tahun 2020 lalu, Penjualan Air tercatat Rp282.458.000 dan atau 47,166,193 m3, “Sedikit menurun dibandingkan tahun 2019.”
Kemudian untuk Terobosan, Inovasi, atau Prestasi bidang Pemasaran/Layanan Pelanggan yang sudah dilakukan, “Kami bekerjasama dengan Bank, Kantor POS, Indomaret, e-commerce dan beberapa loket swasta untuk pembayaran rekening air, membentuk Forum Mediasi Pelanggan, membuat zonasi pelayanan sesuai domisili pelanggan, menyediakan layanan Contact Center, dan bergabung dalam Mall Pelayanan Publik milik Pemerintah Kota Samarinda,” jelas Noor Wahid Hasyim.
Menurutnya kondisi/tantangan khusus, yang dihadapi/mempengaruhi kinerja perusahaan, “Dualisme perhitungan cakupan layanan; dan kekurangan kapasitas yang mengakibatkan dilakukan penutupan SL baru yang berimbas pada penurunan pendapatan.”
Manajemen dan Tata Kelola
Kepada dewan juri, ia kemudian menjelaskan terkait terobosan, inovasi, atau prestasi bidang Human Capital, “Kami membangun Gedung Training Center dengan fasilitas yang representatif (termasuk untuk mess/penginapan peserta). Didukung dengan Penyediaan Trainer dan Asessor.”
“Berikutnya, menjalin kerjasama dengan Lembaga Diklat (Yayasan Pendidikan Tirta Dharma – PAMSI Jakarta dan Akademi Tirta Air Minum dari Magelang). Ini untuk meningkatkan komptensi SDM di semua level.”
“Melakukan promosi jabatan bekerjasama dengan pihak ke-3 (akademisi,lembaga psikolog). Juga melakukan penyesuaian gaji dan tunjangan karyawan.”
“Tidak ketinggalan, sertifikasi Bidang Air Minum bagi level Kepala Seksi dan Kepala Bagian dan Sertifikasi keahlian lainnya.”
Terkait aspek tata kelola, ia mengatakan, “Kami juga ada Skor Penilaian GCG, yaitu Hasil Evaluasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK), dengan nilai Evaluasi Reformasi Birokrasi 94,11.”
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Terkait pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam operasional Perumdam Tirta Kencana, Noor Wahid Hasyim menjelaskan, “Pemanfaatan Teknologi berupa berupa aplikasi Contact Center, aplikasi Smart Office, sistem Inventory dan Sistem Kepegawaian, sistem LPSE, sistem Q-GIS, dan sistem Billing.”
Perbaikan Sistem/Inovasi Bisnis
Kemudian ia menjelaskan sederet perbaikan sistem/inovasi bisnis yang telah dijalankannya, “Perubahan nama PDAM menjadi Perumdam.”
“Perombakan dalam struktur organisasi, antara lain: adanya Asisten Manajer Aset; Departemen Pengendalian Kehilangan Air diperkuat oleh 4 Asisten Manajer di tiap wilayah; perawatan M & E dan BK dipimpin Manajer Perawatan di bawah Teknik; adanya Manajer SDM yang membawahkan Asisten Manajer Personalia dan Asisten Manajer Diklat; Menjadikan Departemen Kepatuhan Pelanggan dibawah kendali Manajer Kepatuhan Pelanggan; Kabag dan Kasi menjadi Manajer dan Asisten Manajer; dan, Sekretariat masuk dibawah Departemen Umum dan Kesekretariatan;
“Kerjasama penempatan dana di perbankan yang memberikan CSR berupa excavator mini, forklift, truk tangki, dan truk bahan kimia.
“Pemanfaatan TI berupa aplikasi Contact Center, Smart Office, Sistem Inventory, dan Sistem Kepegawaian, juga Sistem Billing.”
Menurut Noor Wahid Hasyim, semua inovasi tersebut membawa manfaat untuk internal/eksternal BUMD. “Perombakan Struktur Organisasi berupa efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsi perusahaan; mempercepat pelayanan, unit kerja yang penting dan utama belum berdiri sendiri, masih melekat pada struktur organisasi yang ada, sehingga perlu adanya pembentukan unit kerja baru; dan memindahkan beberapa unit kerja dibawah koordinasi bagian yang lebih relevan.”
“Sedangkan, pemanfaatan TI berupa aplikasi mempermudah pekerjaan dan mempercepat pelayanan ke masyarakat.”
Menurutnya, pemanfaatan TI dan Pembangunan Training Center jadi kinerja/prestasi yang dianggap menonjol/membanggakan, “Saya berharap Pembangunan Training Center dan Laboratorium Induk yang sudah bersertifikat ISO juga bisa jadi contoh bagi BUMD lainnya di Tanah Air.”
Strategi/Layanan di Masa Pandemi Covid-19
Seiring dengan adanya Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru, Perumdam Tirta Kencana telah menerapkan sejumlah langkah mengutamakan Protokol Kesehatan, antara lain:
- Dapat dilakukan pembayaran rekening air di Kantor Pos, Indomaret, E-commerce, loket swasta dan Bank
- Menyediakan layanan Contact Center
- Pelayanan Tidak Terganggu Tetap 24 Jam, dengan Protokol Kesehatan
- Internal:
- Pembuatan Tempat Cuci Tangan/Wastafel area pelayanan (loket, kantor pelayanan)
- Penyediaan Hand Sanitizer di semua lingkungan kerja, terutama di kantor pelayanan
- Penyemprotan disinfektan di semua lingkungan bangunan dan kantor.
- Pemberian dana tunai kesemua karyawan untuk pembelian masker (kain) dan hand sanitizer.
- Melakukan rapat koordinasi via video conference dengan aplikasi Zoom
- WFH, pengaturan jam kerja, shift, insentif khusus
- Pembagian Masker dan Vitamin
- Eksternal:
- Pembuatan Tempat Cuci Tangan /Wastafel di beberapa titik fasilitas Umum
- Bantuan Hand Sanitizer (hasil buatan sendiri) kepada BPDB dan beberapa Instansi /kantor Pemerintah ( Polresta, Kejaksaan, Pemkot,dst)
- Penyemprotan Disinfektan di fasilitas umum (pasar, mesjid/mushola)
- Penambahan dosis kaporit/chlor pada pada proses pengolahan air
- Bantuan supplay air bersih untuk fasilitas wastafel umum, mobil damkar, dan untuk kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh BPBD ataupun relawan.
- Pemasangan Baliho Waspada Covid-19 di beberapa titik.
- Pemberian bantuan sosial berupa Sembako untuk mereka yang terdampak.
- Penggratisan tagihan rekening air untuk kelompok sosial dan kelompok D1 untuk 10 m3 pertama
- Terlibat aktif dalam Gugus Tugas COVID-19 yang dibentuk oleh Pemerintah Kota/Kabupaten
- Melibatkan rekanan/mitra Perumda
Kontribusi ke Pemda, Pembangunan Daerah & Visi Presiden RI 2019-2024
Dirut Perumda Perumda Tirta Kencana Noor Wahid Hasyim mengungkapkan pihaknya telah menyetor ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda, “Untuk tahun 2017 sebesar Rp7.104.666.081,-; tahun 2018 Rp8.328.556.450,-; tahun 2019 Rp5.161.317.202,-. Dan rencananya tahun 2020 Rp2.291.480.614,-,” tuturnya.
Untuk kegiatan Corporate Social Responsibility, dana yang telah dikeluarkan, “Tahun 2015 Rp139.236.260,-; tahun 2016 Rp199.359.940,-; tahun 2017 Rp486.029.130,-; tahun 2018 Rp443.890.280,-; tahun 2019 Rp344.103.360,-; dan tahun 2020 Rp197.972.110,” tambahnya kepada dewan juri.
“Kami juga berkontribusi terkait Visi Presiden RI 2019-2024,” tegas Noor Wahid Hasyim. “Pembangunan Infrastruktur: uprading Instalasi pengolahan air, dan penambahan jaringan perpipaan.”
“Pembangunan Sumber Daya Manusia, meliputi: pembangunan Training Center, peningkatan anggaran Diklat, promosi jabatan dengan sistem seleksi (Fit and Proper Test), dan penyesuaian tunjangan dan insentif pegawai (7 kali/tahun).”
“Peningkatan Investasi, meliputi pemasangan jaringan perpipaan, pembangunan booster, renovasi gedung kantor, dan pembangunan IPA.”
Ia melanjutkan pemaparannya, “Reformasi birokrasi (yang mempercepat layanan masyarakat), meliputi: pembayaran rekening di E-commerce, loket swasta, Kantor Pos, Indomaret dan Bank, adanya Contact Center, pemakaian Aplikasi Smart Office, berpartisipasi di dalam kegiatan WBK (Wilayah Bebas Korupsi), ikut dalam Mall Pelayanan Publik.”
“Dukungan terhadap pemanfaatan APBN yang efektif dan tepat sasaran, meliputi: dana pendamping dalam bentuk pembuatan DED IPA Sungai Kapih, IPA Kalhol, IPA Makroman, dan IPA Gunung Lingai II, penyusunan dokumen AMDAL, penyerapan hasil produksi yang dibiayai APBN dalam bentuk Sambungan Langganan, dan penyambungan untuk Program MBR.”
Pencapaian Manajemen
Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Noor Wahid Hasyim manajemen Perumda Perumda Tirta Kencana telah meraih sejumlah capaian positif:
- Mendapat Sertifikat Pelayanan Publik Kategori A di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda
- Mendapat Perpamsi Award Tahun 2015 dan Tahun 2017 Penghargaan dari DPP Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum seluruh Indonesia) kategori PDAM dengan Pelanggan > 100.000 SR
- Jadi Peserta Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
- Predikat sebagai Perusahaan Wajib Pajak Terbaik untuk Regional Kalimantan Timur.
“Itu semua kami lakukan untuk memenuhi visi kami, “Jadi perusahaan umum daerah terdepan dalam pelayanan air minum di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Penulis: Teguh Imam S.
