Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan daerah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang hadirkan kinerja yang tidak main-main sekalipun di era pandemi Covid-19. Kinerja yang tentu tidak dapat dilakukan banyak perusahaan lain, dari sebab adanya penurunan kondisi perekonomian secara nasional maupun global.
Dicatat nilai kinerja perusahaan berdasarkan indikator BPPSPAM masuk kategori “Sehat” dengan skor 3,02. Sementara itu berdasarkan indikator kinerja Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999, mendapatkan skor 67,30 dan masuk kategori “Baik”. Nilai penjualan atau pendapatan pada tahun 2020 juga melebihi target sebesar 39.20. PDAM Kota Magelang mampu merealisasikan sebesar 39.660, atau naik 101,2 %.
Berkat Aktif Kembangkan Inovasi dan Terobosan
Menurut Direktur Utama PDAM Kota Magelang Mochamad Haryo Nugroho dalam penjurian TOP BUMD 2021, hadirnya kinerja PDAM Kota Magelang tidak lepas dari banyaknya inovasi dan terobosan yang dikembangkan perusahaan. Inovasi dan terobosan ini bertumpu pada pemberian akses kemudahan bagi pelanggan. Muaranya, kinerja perusahaan dapat menjadi terus tumbuh dan berkembang.
Inovasi dan terobosan yang dikembangkan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama. Penggantian sistem yang digunakan, dari sistem dengan platform Under-DOS diganti menjadi sistem dengan platform Web Based. Dengan perbaikan sistem Under-DOS menjadi Web-Based tersebut, membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif. Kedua. Pemberian reward terhadap karyawan apabila pendapatan air melebihi anggaran perbulannya.
Ketiga. Memanfaatkan Teknologi Informasi sehingga pembayaran rekening secara online dapat dilakukan di berbagai tempat. Misalnya di KIPO (Kios Pembayaran Online), PT POS Indonesia, dan Market Place (Tokopedia, Shopee, dll). Keempat. Pengecekan Tagihan Rekening & Pengaduan keluhan pelanggan dapat dilakukan melalui SMS Gate Away.
Kelima. Hadirkan kemudahan di bidang pemasaran atau layanan pelanggan, seperti misalnya sebagai berikut. 1. One day Service. 2. Pelayanan Cepat & Tanggap. 3. Menambah pelatihan karyawan. 4. Mempermudah pelanggan untuk melaporkan gangguan dengan menggunakan sosial media (Face Twitter, Instagram, SMS, & Gateway). 5. Melayani pelanggan dengan ramah.
Menurut Mochamad Haryo Nugroho kembali, berkat terobosan dan inovasi tersebut pula maka tingkat pelayanan PDAM Kota Magelang mampu mencapai 85,78%.
Kontribusi terhadap Pembangunan Daerah
Dengan kinerja perusahaan dengan kategori sehat dan baik, PDAM Kota Magelang kemudian dicatat mampu menghadirkan kontribusi kepada Pemerantah Daerah dan Pembangunan Daerah. Beberapa kontribusi BUMD yang dihadirkan di antaranya adalah sebagai berikut.
Pertama. Kontribusi fiskal Perusahaan terhadap Pemerintah Daerah dengan penyetoran bagian laba sebesar 55% dari laba bersih setiap tahunnya, yang pada tahun 2020 sebesar Rp. 1.750.689.406,54. Kedua. Terus melakukan penambahan perluasan jaringan pipa transmisi dan distribusi.
Menurut Mochamad Haryo Nugroho, PDAM Kota Magelang juga mampu menghadirkan Zona Air Minum Prima. Zona Air Minum Prima, atau yang biasa disebut dengan ZAMP, adalah zona atau wilayah khusus yang dirancang sebagai kawasan pelayanan dengan kualitas air telah memenuhi standar dan merupakan air siap minum, atau lebih jelasnya air yang disalurkan ke wilayah tersebut sudah memenuhi syarat untuk bisa diminum langsung tanpa harus dimasak terlebih dulu.
“Ada dua wilayah di Kota Magelang yang menjadi bagian dari ZAMP. Wilayah itu adalah Wilayah Perum Korpri dan Wilayah Perum Tuk Pecah. Kedua wilayah tersebut sudah berjalan selama kurang lebih 1 tahun”, kata Mochamad Haryo Nugroho.
Menurut Mochamad Haryo Nugroho, hadirnya ZAMP merupakan bentuk usaha terbaik yang dapat dilakukan perusahaan air minum bagi pembangunan daerah. Sebab mampu menghadirkan air minum yang bisa langsung diminum tanpa harus dimasak. Keberadaan ZAMP ini, tentunya dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat Kota Magelang.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
