TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Diterpa Pandemi, Perumda Tirta Tohlangkir Bisa Bertahan dan Cetak Laba

Editor
18 June 2021 | 16:00
rubrik: BUMD, Event
Diterpa Pandemi, Perumda Tirta Tohlangkir Bisa Bertahan dan Cetak Laba

Jakarta, TopBusiness –  Dihadapkan dengan sejumlah kendala geografis, serta masih dibayangi pandemi Covid-19, Perumda Tirta Tohlangkir, Karangasem, Bali, masih mempertahankan kondisi perusahaan dalam kategori sehat.

Dalam paparannya di hadapan dewan juri TOP BUMD Awards 2021, I Gusti Made Singarsi, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, menegaskan bahwa perusahaan yang dipimpingnnya masuk dalam kategori sehat berdasarkan audit oleh BPKP.

“Untuk sementara kita dalam kondisi sehat, dengan nilai 3,08 atau kategori ‘sehat’, dibandingkan dengan tahun 2019 dengan nilai 3,12 yang terdapat penurunan sebesar 0,04. Ini kita masih dalam kategori sehat. Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini kita masih bisa bertahan,” jelasnya.

Adapun sejumlah kendala yang dihadapi perusahaan antara lain kendalan pada kondisi geografis yang kurang mendukung;kondisi wilayah berbukit yang mempengaruhi sebaran permukiman masyarakat di Kabupaten Karangasem memiliki jarak yang berjauhan dari rumah ke rumah (medan yang berat); serta penambahan air baku yang masih sulit dan kehilangan air yang belum diketahui guna memenuhi kebutuhan air bersih secara merata.

Terkait dengan kendala yang dihadapi, sejumlah solusijuga telah dilakukan oleh Perumda Tirta Tohlangkir sebagaimana diungkap I Gusti Made Singarsi, antara lainmelakukan rekapitulasi jaringan pipa distribusi yang sudah ada. Kedua,menambah pasokan air dengan membeli dari UPT Telaga Waja. Yang ketiga dengan memberikan pelayanan air bersih berupa pengiriman air tangki guna memenuhi Hak Rakyat Atas Air.

Untuk diketahui dalam menjalankan usahanya, Perumda Tira Tohlangkir mengadopsi proporsi usaha 50% pelayanan umum dan 50% mencari laba. Hingga saat ini perusahaan penyedia air bersih di Kabupaten Karangasem, Bali ini memiliki jumlah pelanggan sebanyak 39.032 SL dengan  cakupan layanan 40,91% teknis dan 34,61 administrasi.

Tidak ketinggalan dalam paparannya I Gusti Made Singarsi mengungkap beberapa pencapaian perusahaan, baik dari jumlah pelanggan dan layanannya.

BACA JUGA:   PT MMS Integrasikan 4 Pilar CSR Melalui Kampung Berseri Astra

“Pencapaian dari segi jumlah pelanggan sudah meningkat, dari segi cakupan layanan konsumen meningkat (ini) dapat dinilai dari kepuasan pelanggan meningkat,” tandasnya.

Dari sisi laba, I Gusti Made Singarsi mengakui bahwa laba perusahaan mengalami penurunan. I Gusti menilai, turunnya laba perusahaan disebabkan oleh pandemic Covid-19 dan karena tarif (air minum) yang masih di kisaran Rp1500/meter kubik. Selain dua hal itu, biaya operasional yang tinggi juga menjadi faktor penyebab lainnya.

”Tetapi kita masih bisa tetap bertahan dengan menjual air kepada konsumen dengan harga Rp1500/meter kubik. Kita masih bisa mendapatkan laba dan masih bisa bertahan walau dalam kondisi pandemi Covid-19, (hal ini) nantinya dapat dipergunakan sebagai motivasi kerja dari tahun ketahun,” tuturnya.

Seiring dengan itu, seperti BUMD lainnya, Perumda Tirta Tohlangkir juga memiliki sejumlah kontribusi untuk pemerintah daerah.

“Kontribusi yang kita berikan kepada pemerintah daerah, yaitu untuk penyetoran pembagian laba ke Pemerintah Daerah; penyetoran Pajak Air Bawah Tanah (ABT) dan Air Tanah ( AT ); penyetoran Pajak Bumi dan Bangunan; dan membangun Investasi jaringan perpipaan untuk pendistibusian air bersih dan pengamanan Sumber Mata Air,” ungkap I Gusti Made Singarsi.

Sementara kaitannya dengan Visi Presiden RI 2019-2024, Perumda Tirta Tohlangkir juga telah melakukan sejumlah kontribusi sesuai dengan apa yang tercakup dalam visi tersebut, yakni pembangunan infrastruktur, pembangungan sumber daya manusia, peningkatan investasi, reformasi birokrasi, dan dukungan terhadap pemanfaatan APBN yang efektif dan tepat sasaran.

Pertama, dalamPembangunan Infrastruktur, yaitu denganpembangunan jaringan perpipaan dan pemeliharaan Sumber dari perusahaan  air baku telaga waja yang merupakan proyek pemerintah serta pembayaran pajak kepada pemerintah selaku wajib pajak untuk menunjang pembangunan Infrastruktur di tingkat Nasional.

BACA JUGA:   Bank Gerbang Serasan Poles GCG Menuju Digital Banking

Kedua, dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia, yaitu denganmengadakan pelatihan dan pendidikan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang handal.

Ketiga, peningkatan investasi, yaitu menambahpengembangan investasi untuk menambah cakupan pelayanan atas Pemenuhan Hak Rakyat Atas Air.

Keempat, Reformasi Birokrasi (yang mempercepat layanan masyarakat), yaitu denganmempermudah pendaftaran pelanggan baru dan mempercepat proses pelaksanaannya dengan waktu 7 hari sudah selesai dan sudah dapat menikmati air bersih serta menjadi pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir.

Kelima, dukungan terhadap Pemanfaatan APBN yang efektif dan tepat sasaran, yaitu denganmemanfaatkan program hibah APBN berupa hibah sambungan baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah(MBR) yang tahun ini kita mendapatkan 1.000 hibah sambungan baru bagi Masyarakat berpenghasilan Rendah( MBR) sesuai dengan pernyataan modal.

Penulis: Fauzi

Tags: Perumda Tirta TohlangkirTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Bank Jambi, Jagonya Bank UMKM di Asia

Next Post

IHSG Akhir Pekan Ini Alami Tekanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR