TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Potensi IHSG Melemah Terbatas di Kisaran 5.972-6.083

Busthomi
21 June 2021 | 07:52
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini lantaran sentiment pasar cukup membebani Indeks.

Menurut Research Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Johan Trihantoro pada perdagangan hari Jum’at, 18/06/2021 IHSG ditutup melemah 61 poin atau 1.01% menjadi 6.007. Sektor industry dasar, transportasi, consumer non siklikal, energi, consumer siklikal, property, kesehatan, keuangan, industrials, infrastruktur bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kali ini.

Adapun untuk investor asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp193 miliar di perdagangan akhir pekan lalu itu.

“Dan berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level 5.972 – 6.083,” ujar dia dalam daily report-nya, di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Adapun beberapa saham yang patut menjadi pertimbangan investor adalah, antara lain:

– PTPP

Di tengah masih ketidakpastian wabah pandemi corona, PTPP hingga bulam Mei 2021 berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun dari target yang berkisar Rp.30 triliun. Dimana kontrak baru tersebut berasal dari pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu, Pegadaian Tower, Jalan KIT Batang, dari proyek infrastruktur kawasan Mandalika, Taman Ismail Marzuki, embatan Bogeg & Fly Over KA Bogeg Banten, RSIA Grha Waron Surabaya.

“Pencapian tersebut perlu diapreasiasi mengingat kondisi ketidakpastian dari krisis kesehatan, yang menyebabkan beberapa pekerjaan dan tender berpotensi tertunda namun manajemen masih terus berupaya keras dalam mendapatkan kontrak baru. Last Price: 970; PER: 39,30x; PBV: 0,43x,” terangnya

– ASII

Industri otomotif juga terdampak dari covid-19, turunnya daya beli masyarakat membuat masyarakat menunda untuk pembelian aset kendaraan. Hal ini tentunya akan memberikan dampak terhadap kinerja ASII. Dorongan stimulus yang diberikan oleh pemerintah sehubungan dengan PPN tentunya memberikan asa terhadap industri otomotif.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Menguat berkat Wall Street

Hingga bulan Mei 2021, ASII mencatakan penjualan berangsur membaik dan kembali normal ke posisi sebelum pandemi dengan membukukan pertumbuhan positif jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Untuk data penjualan bulan Mei, penjualan mobil Astra mencapai 28.376 unit dengan 5.807 unit kendaraan LCGC. Untuk last price: 5.000; PER: 13,58x; PBV : 0,99x,” sambungnya.

– BRPT: Buy on Breakout 880

Penembusan 880 merupakan konfirmasi harga berhasil keluar dari pola Falling Wedge, yang artinya tren harga berpotensi berubah menjadi naik. Waspadai apabila terjadi penembusan 880, namun tidak tutup dan lari naik, maka berpotensi kembali turun hingga ke area Support-nya di 785 – 815. Pembelian boleh dilakukan secara agresif (lebih dari 50% alokasi dana).

– INKP: Buy on Weakness 7650–8050

Pelemahan pada saham ini diyakini sudah mulai terbatas dan berpotensi naik pada kedua area Support (S1 = 7050 – 7350, S2 = 7650 – 8050). Stochastic juga sudah mulai berpotensi membentuk Negative Bullish Divergence (potensi pembalikan arah menjadi naik). Lakukan pembelian ada S1 secara konservatif (max 50% dana) seandainya turun boleh lakukan re-entry pada area 7050 – 7350.

– UNTR: Buy on Breakout 22925

Koreksi penurunan harga tertahan di Up Channel Linenya. Selama masih bergerak di dalam Channel Line maka potensi naik masih ada. Sudah mampu bergerak diatas EMA 34, dan akan menggiring harga naik hingga mencapai target atas. Pembelian saham ini sebaiknya dilakukan secara konservatif (30% alokasi dana), mengingat tren kenaikan tidak begitu curam/lemah.

– WTON: Buy on Weakness 252–260

Penurunan yang terbentuk pada saham WTON akan menguji area Support pertama di area 2852 – 260. Stochastic sudah memasuki area jenih jual sehingga penurunan mulai terbatas di kedua area Support. Boleh lakukan pembelian secara konservatif (tidak lebih dari 50%) dan apabila harga turun boleh re-entry di area 236 242.

BACA JUGA:   Indeks Melambung di Akhir Sesi Perdagangan

FOTO: Rendy MR

Tags: ihsgpasar modalsaham
Previous Post

IHSG Diestimasikan Kembali Melemah

Next Post

Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang, BSI Pimpin Sindikasi Syariah Senilai Rp1,8 T

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR