Jakarta, TopBusiness – Sukses top manajemen dalam membangun PT Bank Pembangunan Daerah Papua (BPD Papua) dari keterpurukan yang dialami karena buruknya tata kelola instutusi perbankan kebangaan milik Pemerintahan Daerah Propinsi Papua ini.
Dalam melakukan proses bisnis, BPD Papua sebagai lembaga keuangan menjadi katalisator bagi daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) mineral, migas serta sektor kehutanan dan juga perkebunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bisa menggeliatkan sektor perekonomian Papua secara keseluruhan agar tumbuh dan berkembang usaha kecil menjadi usaha kuat di tingkat lokal hinga nasional bahkan bisa menjadi pengusaha global.
Terbetiklah pada tahun 2017 yang lalu BPD Papua ini mengalami kerugian yang cukup mengencangankan sebasar Rp 230 miliar. Maka dengan tingginya Peringkat Komposit 5 dengan kredit macet yang terjadi di lembaga perbankan ini.
Oleh sebab itu sejak tahun 2017 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkategorikan sebagai Bank Dengan Pengawasan Intensif kepada BPD Papua ini agar menjadi BPD yang sehat dengan tata kelola yang baik dan benar pula.
Dengan kinerja apik dengan dorongan manajemen di bawah komando bankir kawakan Direktur Utama F. Zendra, ini selama 10 bulan telah berhasil membukukan ciptaan laba bagi institusi perbankan. Maka pada tahun 2018 telah mencapai status sehat dengan Peringkat Komposit 2 (PK2),hingga tahun 2020 BPD Papua ini telah berstatus PK2.
Kinerja apik manajemen dalam melakukan penyehatan BPD Papua telah terbukti dengan capaian tahun 2019 dengan aset Rp 23,506 triliun, dengan capain laba setelah pajak sebesar Rp 248 miliar. Sementara tahun 2020 dengan aset sebesar Rp 23,320 triliun dan capaian laba setelah pajak sebesar Rp 205 miliar.
Akan tetapi kinerja apik manajemen tidak hanya sebatas dalam menyehatkan BPD Papua dari pencapaian laba. Inovasi yang ditorehkan manajemen ini dalam menjadikan BPD Papua menjadi bank daearah yang kuat dan menjadi kebanggaan milik Pemerintah Provinsi.
Inovasi menjadikan BPD Papua menerapkan digital banking, dengan terapkan blue print tahun 2022, BPD Papua ini telah terapkan dalam seluruh operasionalnya. Sementara pada tahun 2020 ini telah menerapkan elektronik data capture (EDC).
Dan juga tahun 2018 telah menerapkan Gerakan Pembayaran Nasional (GPN) dengan digitalisasi dan juga membangun vitur mobil bangking pula.
Dan untuk semester dua tahun 2021 sedang membangun jaringan Laku Pandai, agar vitur Laku Pandai ini akan meningkatkan layanan perbankan di daerah yang sangat luas ini.
Serta pula sedang membangun CMS Corporate bagi seluruh pegawai negeri dapat langsung bertransaksi non tunai agar bisa dapat diakses oleh seluruh komponen ASN di seluruh jajaran pemerintahan daerah hingga mencakup jajaran paling bawah tingakat kelurahan.
Sukses lainya adalah top manajemen telah berhasil membangun BPD Papua menjadi kebangaan masyarakat Papua. Oleh sebab itu manajemen telah mengantarkan 70% Sumber Daya Manusia (SDM) BPD diisi oleh putra daerah. Dan nantinya BPD Papua ini akan dipimpin oleh 3 Direksi Putra asli Papua.
Ditegaskan Direktur Keuangan BPD Papua, Rudy Dharma, kami telah mengantarkan perbankan ini menjadi perbankan yang menjadi BPD kebangaan masyarakat Papua. “Sebentar lagi OJK akan mengangkat manajemen baru dengan komposisi putra daerah yang andal bisa mengelolah BPD Papua ini menjadi lembaga perbankan yang bisa memberikan kontribusi besar bagi pembagunan Papua”, katanya, kepada tim juri TOP BUMD 2021 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness melalui jaringan zoom antara Papua dan Jakarta.
Sebagai informasi bahwa kepemimpinan direksi ini habis masa tugasnya hingga 7 Juni 2021. Tentunya ini sebuah “Legacy” terbaik manajemen di bawah komando Direktur Utama F. Zendra yang telah menjadikan BPD Papua siap bersaing sebagai perbankan Papua, sekalian menjadikan perbankan yang akan membangun perekonomian Papua yang maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Foto: asbanda.co.id

Manajemen