Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Lae Nciho, terpilih dan masuk menjadi salah satu finalis ajang penjurian “TOP BUMD Awards 2021”. Secara umum kinerja operasional Perumda milik Pemerintah Kabupaten Dairi-Sumatera Utara ini termasuk dalam keadaan SEHAT, sesuai dengan hasil penilaian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Kementerian PUPR.
Tahun ini untuk pertama kalinya, Perumda Air Minum Lae Nciho masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang penilaian atau corporate rating “TOP BUMD AWARDS 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai. Di antaranya Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menetapkan Perumda Air Minum Lae Nciho masuk sebagai salah satu finalis dalam penjurian TOP BUMD awards 2020 ini. Secara umum, saya sampaikan perusahaan kami dalam keadaan sehat. Namun demikian seiring dinamika waktu dan perkembangan masyarakat pelanggan, dalam operasionalnya juga dituntut untuk bisa terus meningkatkan kualitas, kuantitas maupun kontinuitas pelayanan. Terutama dalam penyediaan air minum di Kabupaten Dairi yang kian dinamis dengan berbagai tantangan yang ada,” ungkap Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlin Munte SH, MM saat presentasi dan wawancara penjurian pada (30/06/2021) secara virtual (video zoom meeting).
Dijelaskan, saat ini jumlah pelanggan (SL) sebanyak 19.245 dari berbagai kategori. Sedangkan cakupan pelayanan, secara teknis mencpai 69,57 % dan secara administrasi sebesar 32%. Adapun kualitas air yang dihasilkan masuk kategori Baik dengan rata-rata jam layanan operasional 22 jam per hari.
Hal lain yang cukup membanggakan yaitu keberhasilan perusahaan dalam memanage pasokan air dan distribusi dengan tingkat kebocoran atau Non Revenew Water (NRW) yang relative rendah, yakni sebesar 23%. Dari sisi pelanggan, tahun lalu (2020) juga dilakukan Survei Kepuasan Pelanggan yang dilakukan pihak ketiga. Hasilnya, perusahaan mendapat Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) yang cukup tinggi dari sejumlah indicator dengan skor sebesar 80,135. “Kepuasan pelanggan ini menjadi salah satu indikasi dan tolok ukur dari keberhasilan kionerja kami, terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan, sehingga ini akan terus kami tingkatkan,” tandasnya.
Sedangkan nilai kinerja Perusahaan berdasarkan indikator kinerja sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 sebesar 55,57 dengan Kategori “cukup”. “Dibandingkan tahun lalu yang mendapat nilai 52,90 terdapat kenaikan nilai kinerja 2,67. Hai ini disebabkan kenaikan pada aspek keuangan naik 2,25 dan aspek administrasi naik 0,42,” ujar Wahlin Munte di hadapan tim juri (Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H. dari I-Otda, Dr. Trubus Rahadiansyah (Dosen Tri Sakti), Ina Sawitri – PAKEM (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro), Dwinda Ruslan – Pakem, serta Dr, Sigit Adjar Susilo.
Tercatat, berdasarkan hasil KAP selama 4 tahun berturut-turut, Perumda Air Minum Lae Nciho mencapat predikat Wajar Tanpa Terkecuali (WTP). Sementara berdasarkan hasil penilaian BPKP mengatakan, Perumda Air Minum Lae Nciho Tergolong “Sehat”.
Disebutkan, menyiasati situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya social distancing, Perumda Air Minum Lae Nciho juga banyak melakukan terobosan inovasi baru berbasis teknologi informasi (TI) untuk layanan digital. Terakait operasional dilakukan penguatan jaringan internet untuk berbagai kegiatan, seperti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi SDM secara online, penggunaan WhatsApp Group untuk laporan-Laporan perbaikan jaringan pipa dan aktivitas lain di lapangan. Sedangkan untuk memudahkan layanan pelanggan, juga dihadirkan layana berbasis teknologi informasi, baik untuk laporan pelanggan, serta Pembayaran Secara Online (Billing Sistem) melalui kerja sama dengan Bank Daerah (Bank Sumut).
“Dengan adanya inovasi berbasis teknolgi informasi ini, secara umum aktivitas dan operasional kami di saat pandemi, tetap berjalan normal. Untuk mendukung monitoring kerja karyawan, kami sudah menerapkan sistem rekam digital untuk absensi, sehingga mudah untuk direkap dan diberikan punishment kepada pegawai yang melangar disiplin. Untuk pelanggan kami juga ada layanan pembayaran online dan juga permohonan sambungan baru yang juga bisa dilakukanj secara online. Dengan kemudahan pembayaran, mereka tidak banyak menunggak, sehingga kinerja pendapatan perusahaan tetap terjaga,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Churi
