Jakarta, TopBusiness – GRC merupakan akronim dari Governance, Risk, dan Compliance (Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan). Penggunaan akronim tersebut memang terkesan sangat sederhana, namun sebenarnya GRC dan implementasinya di perusahaan memiliki cakupan yang sangat luas.
Penelitian ilmiah pertama tentang GRC di tahun 2007 mengungkapkan bahwa gagasan di balik sistem GRC sudah ditemukan sejak 2003 oleh Open Compliance and Ethic Group (OCEG).
Para ahli mendefinisikan GRC secara formal sebagai referensi singkat terhadap kemampuan kritis yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus mengatasi ketidakpastian dan bertindak dengan sikap integritas.
GRC mengacu pada SDM, proses, teknologi, dan informasi yang membantu perusahaan mencapai kondisi kinerja berprinsip (principled performance). Dengan kata lain, GRC adalah jalur untuk mewujudkan kinerja berprinsip. GRC mengacu pada kemampuan yang membantu organisasi mencapai tujuan, mengatasi ketidakpastian, dan bertindak atas nama integritas.
Hal Itulah yang yang dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur dalam mewujudkan visinya menjadi “Menjadi Perusahaan Berkinerja Unggul Kelas Dunia di Bidang Nutrisi Tanaman, Agri-Solution dan Kimia.” Penerapan GRC PT Pupuk Kalimantan Timur didukung dengan sistem tekonologi informasi yang handal.
“Sistem pendukung dalam penerapan GRC antara lain; Website GCG (gcg.pupukkaltim.com), Sistem Aplikasi GCG (siapgcg.pupukkaltim.com), Gratifikasi Online (granol.pupukkaltim.com), Manajemen Risiko Individu (irisk.pupukkaltim.com), Sistem WBS (pktbersih.com), Sistem Risk Managemen (simeri.pupukkaltim.com), Integritas (epi.pupukkaltim.c), Kepatuhan Online (sioki.info),” ujar Rahmad Pribadi selaku Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur saat sesi penjurian secara online oleh Majalah TopBusiness dalam ajang TOP GRC Awards 2021, Jumat (9/07/2021).
Dukungan sistem IT merupakan kelanjutan dari komitmen pimpinan PT Pupuk Kalimantan Timur dalam penerapan GRC. Komitmen tersebut tertuang dalam regulasi internal tentang Komitmen GCG pada pedoman GCG, Kebijakan Manajemen Risiko, Komitmen SMAP dan Komitmen penerapan Pengendalian Gratifikasi.
“Selain dukungan IT, untuk meningkatkan pemahaman terhadap penerapan GRC yang berkelanjutan kami mengadakn pelatihan dan kamapanye,” terang Rahmad Pribadi.
Atas penerapan GRC itulah PT Pupuk Kalimantan Timur mampu bediri tegap di tengah badai pandemi Covid-19 yang melanda negeri. PT Pupuk Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung ketahanan pangan nasional dan mendukung ketahanan industri kimia nasional.
Penulis: Mi’roji
