TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BTN Nilai Revaluasi Asetnya Pilihan Kedua

Nurdian Akhmad
26 October 2015 | 21:51
rubrik: Finance
Jakarta-Thebusinessnews. PT BTN Tbk   masih mempertimbangkan untung rugimelakukan revaluasi asetnya. Pasalnya pihaknya telah hal itu ditahun 2007 dan aset tak bergerak berupa tanah tidak signifikan .
Direktur PT BNI Tbk,Imam Nugroho Soeko menyatakan masih menghitung dampak yang didapat jika melakukan revaluasi asetnya.Sebab aset yang potensial dinilai ulang adalah aset tanah senilai Rp 1,1 triliun.”itu sudah kami nilai ulang atau revaluasi tahun 2007 sehingga kalau pun dilakukan lagi saya rasa tidak akan naik tajam, paling dua kali.” Ujar dia di kantor pusat BTN.Jakarta,Senin,26 Oktober 2015.
Disamping itu,jika dilakukan maka akan ada biaya jasa penilai publik dan tentunya PPh (pajak penghasilan) sebesaar 3 persen jika dilakukan sebelum akhir tahun 2015 .
Untuk meningkatkan aset BTN secara sigifikan,ia meminta regulator perbankan untuk memasukan dana FLPP sebesarRp 17 triliun sebagai modal tier II .”sementara ini masih terganjal oleh PBI yang meminta persetujuan pihak pemberi.” Ujar dia.
Sementara ini pihaknya telah meminta kementerian PUPR selaku kuasa anggaran FLPP. Sementara Kementerian PUPR harus mendapatkan persetujuan Kementerian keuangan selaku bendahara negera .” Sehingga kami meminta ke Menteri Keuangan untuk minta persetujuan itu” ujar dia.
Ia menjelaskan,kementerian keuangan tengah mengkaji aspek hukumnya. Jika disetujui maka akan di tempatkan dalam pembukan sebagai pinjaman subordinasi .
Seperti diketahui modal tier I Sebesar Rp 11 triliun dan jika nanti dana FLPP tersebut tergolong modal tier II hanya Rp 11 triliun sebab terdapat klausul tier II tak boleh melebihi Tier I.
Namum, kalau cara tersebut menemui jalan buntu maka pihaknya melirik cara revaluasi aset.”revaluasi aset dilakukan kalau dana FLPP tidak boleh masuk sebagai subordinasi,”ujarnya .(az)
BACA JUGA:   Bank MANTAP Pasarkan Produk Di Jaringan Pos Indonesia
Previous Post

Dirut BEI Tito Dorong Pengembang Terbitkan KIK DIRE

Next Post

BTN Bukukan Laba Rp 1,22 Triliun Kuartal III

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR