
Jakarta, businessnews.id — Kebijakan fiskal yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia sejak bulan Agustus 2013 lalu dianggap efektif mengerem laju deficit current account. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan RI M. Chatib Basri di Jakarta hari ini.
Ia memerkirakan, neraca perdagangan pada Desember 2013 akan surplus di kisaran USD 800 juta, bahkan lebih. “Jadi, isu deficit current account, pada Agustus 2013 lalu sudah kita sudah respons dengan kebijakan fiskal,“ ujarnya dalam pelucuran logo baru media Indonesia Finance Today.
Ia memerkirakan, dengan surplus hingga USD 800 juta, deficit current accout pada tahun 2013 akan berkisar di angka 3%. Sedangkan pada tahun 2014 berada di kisaran 2,5 persen.
“Walaupun belum diumumkan Badan Pusat Statistik, saya perkirakan surplus neraca perdagangan desember 2013 di angka itu. Kalau lebih, saya juga tidak kaget,” ujarnya.
Kondisi tersebut merupakan indikasi positif dari perekonomian Indonesia. “Ini membuat kita percaya diri dengan kebijakan fiskal yang diambil. Permintaan meeting dari negara luar masih sangat tinggi,” kata Chatib. (ABDUL AZIZ/DHI)