TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Bersih Rp4,5 T, UNTR Optimistis Kinerja Positif hingga Akhir Tahun

Busthomi
30 July 2021 | 14:34
rubrik: Capital Market
Dividen United Tractors Capai Rp4,5 T

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) pada hari ini mengumumkan masih mencatatkan performa positif sampai akhir Juni 2021. Dalam Laporan Keuangan Konsolidasian sampai dengan semester pertama tahun 2021, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp37,3 triliun atau naik sebesar 12% dari Rp33,2 triliun pada periode yang sama tahun 2020.

“Dan seiring dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan meningkat 11% menjadi Rp4,5 triliun dari sebelumnya sebesar Rp4,1 triliun pada 2020,” ungkap Presiden Direktur UNTR, Frans Kesuma, dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/7/2021).

Peningkatan aktivitas di berbagai sektor pengguna alat berat dan peningkatan harga komoditas berdampak pada membaiknya kinerja Perseroan sampai dengan semester pertama tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

“Kondisi perekonomian untuk sisa tahun ini diperkirakan akan tetap menantang, mengingat ketidakpastian akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang masih berlanjut,” katanya.

Namun dengan tren harga komoditas yang diperkirakan masih positif hingga akhir tahun, lanjut dia, perseroan tetap optimis bahwa target yang sudah ditetapkan dapat tercapai.

Dengan raihan laba itu, masing-masing segmen usaha, yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 25%, 41%, 20%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Berikut segmen usaha yang menjadi kontributor laba bersih perseroan:

– Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 60% menjadi 1.361 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 853 unit. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi Rp3,6 triliun.

BACA JUGA:   Laba Indocement Terkerek 33,8% hingga Akhir September 2023

Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu adalah 22%. Penjualan UD Trucks mengalami peningkatan dari 94 unit menjadi 289 unit, dan penjualan produk Scania naik dari 100 unit menjadi 346 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi naik sebesar 29% menjadi Rp9,4 triliun dibandingkan Rp7,3 triliun pada periode yang sama tahun 2020.

– Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Juni 2021, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp15,4 triliun, naik 3% dari Rp15,1 triliun pada periode yang sama pada tahun 2020. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 3% dari 56,0 juta ton menjadi 57,6 juta ton, namun volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 3% dari 421,0 juta bcm menjadi 409,1 juta bcm.

– Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara

Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Juni 2021 total penjualan batu bara mencapai 6,3 juta ton, termasuk 1,4 juta ton batu bara metalurgi, atau meningkat 12% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 5,6 juta ton. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga jual, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara naik sebesar 23% menjadi Rp7,5 triliun.

– Segmen Usaha Pertambangan Emas

Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Juni 2021, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 176 ribu ons, turun 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 186 ribu ons, namun pendapatan bersih naik 7% dari Rp4,0 triliun menjadi sebesar Rp4,3 triliun karena meningkatnya rata-rata harga jual untuk emas.

BACA JUGA:   Asing Mungkin Incar Saham Blue Chip, Ini Saham Pilihan Pekan Ini

– Segmen Usaha Industri Konstruksi

Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Juni 2021, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp636 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp746 miliar pada periode yang sama tahun 2020. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp153 miliar karena situasi COVID-19 yang berdampak pada proyek yang sedang berjalan dan mengurangi peluang proyek.

– Segmen Usaha Energi

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Sampai dengan Juni 2021, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 99%. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

FOTO: Istimewa

Tags: kinerja keuanganlaba bersihUnited Tractors
Previous Post

PPDPP: Pengalihan FLPP ke BP Tapera Tak Ganggu Layanan

Next Post

Pasar Semen Terkerek, SBI Catatkan Kenaikan Laba Bersih hingga 200%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR