TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PPDPP: Pengalihan FLPP ke BP Tapera Tak Ganggu Layanan

Nurdian Akhmad
30 July 2021 | 14:03
rubrik: Business Info
Bank Perlu Gencarkan KPR Subsidi dan Kredit Konstruksi

Sumber Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness –  Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pengalihan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tidak akan mengganggu layanan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat yang selanjutnya dituangkan pada Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, maka pada 2022 pengelolaan FLPP akan dialihkan ke BP Tapera.

“Kendati FLPP dialihkan ke BP Tapera, PPDPP memastikan layanan yang telah berjalan tidak akan terganggu,” kata Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam pernyataan tulis yang diterima, Jumat (30/7/2021).

PPDPP akan mempersiapkan integrasi tersebut agar efektif berjalan pada awal 2022. Untuk mempersiapkan itu, Arief mengatakan, PPDPP menargetkan penyaluran FLPP pada 2021 akan tutup buku pada Oktober 2021.

“Oktober merupakan batas bank mengajukan pencairan FLPP ke PPDPP. Selanjutnya untuk November dan Desember masih ada dana bantuan pembiayaan perumahan seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan program BP Tapera mohon dapat dioptimalkan,” ungkap Arief.

Hingga Oktober mendatang, kata Arief, ketersediaan kuota FLPP yang ada saat ini masih memiliki potensi penambahan kuota berdasarkan pengelolaan pengembalian pokok. Dia menuturkan, saat ini masih ada kuota 52 ribu dan ditargetkan perbulannya mencapai 18 ribu unit.

“Dalam kondisi pandemi saat ini kami mencatat penyaluran FLPP dalam sehari mampu mencapai seribu calon debitur. Jadi mohon didorong kerja sama antara pengembang dengan perbankan untuk dapat mengoptimalkan targetnya segera,” tutur Arief.

BACA JUGA:   Dongkrak Investasi dan Ekspor, BKPM dan LPEI Bersinergi
Tags: bp taperaflppPPDPP
Previous Post

Anjlok 22%, Astra Kantongi Laba Rp8,8 Triliun

Next Post

Laba Bersih Rp4,5 T, UNTR Optimistis Kinerja Positif hingga Akhir Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR