Jakarta, TopBusiness—CEO and Co Founder Akseleran, Ivan Tambunan, menjelaskan, perbaikan kualitas pinjaman berupa rendahnya angka NPL yang hanya 0,08% hingga awal September 2021, tidak mengurangi pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha kepada UMKM yang sedang membutuhkan modal kerja.
“Sekalipun di tengah pandemi saat ini, hingga akhir Agustus 2021 Akseleran berhasil mencatat total penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp1,05 triliun atau tumbuh 109% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu,” papar Ivan dalam penjelasan tertulis (9/10/2021).
Saat ini rata-rata penyaluran pinjaman usaha Akseleran setiap bulannya sudah mencapai sebesar Rp170 miliar lebih atau sudah melampaui rata-rata bulanan di tahun lalu yang berada di kisaran Rp100 miliar hingga Rp120 miliar.
“Tren penyaluran terus meningkat setiap bulan dan secara kumulatif Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp2,9 triliun kepada lebih dari 2.500 peminjam dan didukung oleh sekitar 160 ribu lender retail atau perorangan maupun lebih dari 17 institutional lender,” kata Ivan.
Selain itu, dia menyampaikan bahwa Akseleran akan kembali menutup kuartal ketiga tahun ini dengan pertumbuhan. Ivan mengungkapkan, setidaknya hingga di minggu pertama September ini Akseleran sudah melewati realisasi penyaluran pinjaman usaha di kuartal ketiga tahun 2020 dengan pertumbuhan sebesar 43% dan akan melanjutkan rapor hijau yang juga terjadi di kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2021.
Penyaluran pinjaman usaha Akseleran saat ini juga sudah semakin menyebar luas di luar Pulau Jawa, antara lain Kalimantan, Riau, Sulawesi, dan Maluku yang masuk ke dalam 10 besar wilayah di Indonesia dengan penyaluran pinjaman usaha terbesar Akseleran.
“Wilayah-wilayah tersebut memang memiliki potensi UMKM yang memiliki lini usaha yang cocok dengan Akseleran khususnya di sektor Engineering/Construction, Coal and Related Energy, Power, Oil and Gas, Business and Consumer Services, dan Electrical Equipment,” tambah Ivan.
