TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengangguran AS Turun, Bank Perlu Cermat Beri Kredit

Nurdian Akhmad
3 February 2014 | 16:39
rubrik: Finance
Bank di Jakarta (Adhito/BusinessNews)
Bank di Jakarta (Adhito/BusinessNews)

 

Jakarta, businessnews.id — Rilis data pengangguran Amerika Serikat pada Mei 2014 yang diperkirakan menunjukkan perbaikan diyakini akan menyeret pelemahan nilai tukar Rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Kondisi ini perlu disikapi perbankan nasional dengan mewaspadai penyaluran kredit.

Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Anthonius Tony Prasetiantono,  di Jakarta, Senin (3/2/14).

“Mei itu momentum bagi IHSG untuk turun dan Rupiah melemah, karena pada Mei itu  Amerika Serikat akan mengeluarkan data pengangguran yang bagus. Bank harus selektif memberikan kredit. Kartu kredit merupakan salah satu yang berpotensi meledak, karena sejak awal bunganya tinggi dan risikonya juga besar,” papar Tony.

Namun , jelas Tony, secara umum kondisi perbankan di Indonesia lebih memiliki daya tahan yang kuat untuk terimbas dari isu tapering off  The Federal Reserve, AS. Karena, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan masih kuat dan tingkat kredit bermasalah (NPL) masih sangat rendah. “Untuk kena imbas itu, menurut saya kecil kemungkinannya. Perbankan Indonesia tingkat profitabilitasnya kuat,” imbuhnya.

Selain mewaspadai pencairan kredit, jelas Tony, industri perbankan juga diharapkan untuk meningkatkan CAR. Apabila tantangan global dan domestik semakin kompleks, lanjut dia, bank-bank di Indonesia perlu menempuh langkah konsolidasi dalam upaya memerkuat daya tahan industri. (ABDUL AZIZ/DHI)

BACA JUGA:   OJK: Aturan Dorong Industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Tumbuh Kuat Berdaya Saing
Tags: kredit perbankan tapering off
Previous Post

Alam Sutera Terbitkan Surat Utang USD 225 Juta

Next Post

Banjir Bisa Untungkan Perusahaan Konstruksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR